Berita Muratara

Napi Lapas Surulangun Rawas Kedapatan Bawa Hp, Ini Modus Masukkan Hp ke Penjara

Napi Lapas Surulangun Rawas kedapatan bawa Hp, ini modus masukkan Hp ke penjara.

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RAHMAT AIZULLAH
Napi Lapas Surulangun Rawas kedapatan bawa Hp, ini modus masukkan Hp ke penjara, Kamis (21/4/2022) malam. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Napi Lapas Surulangun Rawas kedapatan bawa Hp, ini modus masukkan Hp ke penjara.

Tim gabungan menggeledah kamar hunian narapidana (napi) Lapas Kelas III Surulangun Rawas di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Kamis (21/4/2022) malam.

Tim gabungan terdiri dari petugas Lapas Surulangun Rawas, Polres Muratara, Polsek Rawas Ulu, Koramil 406-01/Rawas Ulu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Muratara, dan juga dari BNN Lubuklinggau.

Razia kamar napi ini bagian dari rangkaian kegiatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke 58 tahun 2022 yang juga dilaksanakan serentak di Lapas dan Rutan seluruh Indonesia.

"Razia tadi malam itu sesuai instruksi dari pusat secara serentak di seluruh Indonesia," kata Kepala Lapas Kelas III Surulangun Rawas, Indra Yudha, dihubungi Jumat (22/4/2022).

Menurut Yudha, di Lapas Surulangun Rawas sebenarnya rutin razia kamar napi sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban dalam Lapas.

Dari hasil penggeledahan di 15 kamar napi Lapas Surulangun Rawas tadi malam ditemukan sejumlah handphone (Hp) android beserta charger dan headset.

Kemudian diamankan juga barang-barang seperti terminal listrik, cermin, pencukur jenggot, tali, gunting kuku, korek api gas, kawat gantungan pakaian, paku, hingga timah jala.

"Kami tidak menemukan narkotika. Kemarin kami juga melakukan tes urine dadakan terhadap 25 petugas Lapas, dan 10 warga binaan yang dipilih secara acak, hasilnya negatif semua," kata Yudha.

Soal masih ditemukan handphone dalam kamar napi di Lapas Surulangun Rawas, Yudha mengatakan akan menyelidikinya bagaimana bisa masuk.

Menurut dia, handphone merupakan barang terlarang karena rawan disalahgunakan untuk mengendalikan peredaran narkoba atau modus penipuan.

"Itu akan kita selidiki, yang jelas selama ini pemeriksaan di pintu masuk dilakukan dengan sangat ketat," kata Yudha.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved