Berita Pagaralam
Tak Dapat Bantuan Pemerintah, Pengrajin Rotan di Pagaralam Bangkit dengan Modal Sendiri
Pengrajin Rotan oleh oleh dari Pagaralam yang berada di Desa Muara Tenang Kecamatan Dempo Selatan kembali memproduksi kerajinan rotan
TRIBUNSUMSEL.COM, PAGAR ALAM - Setelah sempat tutup dan tidak beroperasi dan tidak membuat kerajinan selama Pandemi COVID-19 karena tidak ada pembeli.
Saat ini sejumlah pengrajin rotan di Desa Muara Tenang Kecamatan Dempo Selatan mulai memproduksi kerajinan rotan mereka kembali.
Meskipun harus bangkit dengan modal awal yang seadanya karena modal lama sudah habis dimakan selama Pandemi COVID-19 para pengrajin tampak mulai kembali semangat membuat berbagai macam kerajinan tangan dari rotan.
Pasalnya meskipun belum normal seperti waktu sebelum Pandemi namun saat ini pembeli kerajinan mereka yaitu wisatawan mulai ada yang singah dilapak mereka.
Hal inilah yang membuat para pengrajin ini kembali bersemangat membuat kerajinan untuk dijual.
Salah satu pengrajin rotan Mba Sugeng mengatakan, bahwa meskipun dengan modal awal lagi yang tidak terlalu banyak untuk membeli rotan dirinya kembali membuka lapak dan membuat kerajinan untuk bisa dijual.
"Saat COVID kemarin kami terpaksa tutup pak karena tidak ada satupun dagangan kami yang terjual. Meskipun ada yang terjual hasil jualnya juga langsung habis untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.
Saat ini dirinya mengaku kembali buka setelah pemerintah sudah melonggarkan aturan kunjungan wisata ke kawasan wisata termasuk Kota Pagar Alam.
"Pembeli kami ini mayoritas wisatawan jadi jika tempat wisata sudah boleh dikunjungi maka akan banyak lagi wisatawan datang ke Pagar Alam dan harapan kerajinan kami terjual ada pak," katanya.
Ditambahkan Sur (56) pedagang lainnya bahwa mereka sebagai pelaku kerajinan yang tergolong dalam UMKM sampai saat ini belum mendapat bantuan apa-apa dari pemerintah sejak Pandemi COVID-19 lalu sampai saat ini.
"Kami bantuan COVID-19 saja tidak dapat pak. Ini saja untuk kembali berjualan kerajinan rotan ini kami harus mencari modal sendiri tanpa ada bantuan pemerintah seperti UMKM lainnya. Kami harap kami bisa mendapat sedikit perhatian dari pemerintah Kota Pagar Alam," ungkapnya (SP/WAWAN)