Berita Viral
VIRAL Momen Haru Pilot Hanafi Pamit Pensiun Usai 42 Tahun Bertugas, Tahan Tangis, Tangan Gemetar
edia sosial dihebohkan oleh salah satu pengguna Tiktok bernama Kapten Hanafi Herlim seorang pilot yang memberikan salam perpisahan di penerbangan tera
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Aggi Suzatri
TRIBUNSUMSEL.COM - Media sosial dihebohkan oleh salah satu pengguna Tiktok bernama Kapten Hanafi Herlim, seorang pilot yang memberikan salam perpisahan di penerbangan terakhirnya.
Dalam dunia penerbangan, nama Kapten Hanafi Herlim sudah tak asing lagi terdengar.
Pasalnya ia merupakan seorang senior yang telah mendedikasikan dirinya selama 42 tahun menjalani profesi sebagai pilot.
Profesinya sebagai penerbang pesawat terbang memberikan pengalaman yang tak terlupakan hingga sampai masa pensiunnya tiba.
Baca juga: VIRAL Suami Rela jadi Orang Ketiga, Buatkan Spanduk Demi Dukung Kehaluan Istri dengan Sehun EXO
Diketahui Kapten Hanafi Herlim adalah seorang pilot senior dari maskapai tersohor Indonesia, Citilink.
Baru-baru ini publik dibuat ikut terharu oleh video yang merekam saat sang pilot menyampaikan sambutan di dalam pesawat sebagai tanda mengakhiri masa tugasnya.
Video tersebut diunggah oleh sang pilot dalam akun Tiktoknya @Hanafiherlim, dan diposting kembali oleh akun instagram @Kepoin_trending pada Sabtu, (16/4/2022).
Baca juga: Tanggalkan Berlian di Tangan, Hotman Paris Peras Kain Bersihkan Makam Orang Tua, Kenang Masa Lalu
Hanafi mengungkapkan hari terakhir bekerjanya itu dengan perasaan haru dan berat.
Bagaimana tidak, ia telah terbang menjalani profesinya sejak tahun 1980.
Semula Hanafi kembali mengenang ceritanya saat pertama kali memulai masuk ke dalam dunia penerbangan.
"Hari ini adalah hari penerbangan saya yang terakhir. Informasi saja untuk anda bahwa saya lulus penerbangan di sekolah penerbangan di Culug tahun 1980," ungkapnya.
"Setelah terbang kurang lebih 42 tahun, dan mengantongi jam saat ini kurang lebih 27.700 jam terbang," ungkap Hanafi seraya menahan air mata.
Kapten Hanafi Herlim terlihat gagah mengenakan seragam lengkap dengan atrubutnya sebagai pilot.
Baca juga: Septia Yetri Lanjutkan Amanah Putra Siregar, Suami Ingin Tetap Sedekah Meski Ditahan: Terus Berbagi
Sontak terdengar dari orang-orang yang berada di dalam pesawat tersebut bertepuk tangan karena kagum dengan sosok Kapten Hanafi Herlim.
Sambil sedikit jeda karena menahan sedih, Hanafi tampak terbata-bata saat melanjutkan kata-katanya.
Kemudian ia pun menceritakan separuh jiwanya malang melintang di dunia penerbangan sejak 42 tahun.
Kapten Hanafi Herlim mengungkapkan ia sempat bergabung dalam maskapai Merpati dan bertugas di Twin Otter selama 12 tahun.
Lalu, terbang bersama F-27 kurang lebih selama 3,5 tahun, F-28 selama 4 tahun, F-100 kurang lebih selama 16 tahun, dan terakhir terbang bersama Airbus selama 11 tahun.
Baca juga: Niat Beli Baju Lebaran, Ayah dan Anak Tewas Kecelakaan di Jalan Soekarno Hatta Palembang
Dengan tangan yang telihat gemetar memegang sebuah kertas, Ia kembali memaparkan pengalaman jam terbangnya ke Dubai, Afghanistan, Nigeria, Iraq, Libya selama lima tahun.
Setelah itu, lanjut bergabung di Maskapai Citilink jalan 10 tahun.
"Alhamdulillah sampai detik ini saya masih berada di hadapan anda," ungkap Hanafi.
"Dan saat ini lah saya harus turun, hari ini saya menerbangkan CGK-DPS-CGK lagi," pungkas Hanafi.
Bahkan kunci sukses yang dipegangnya berlaku untuk semua orang, semua profesi bidang.
Ia memiliki slogan hidup selama bekerja yakni 'Paling telat adalah on time'.
Sontak seluruh penumpang memberikan apresiasi dengan bertepuk tangan.
Lalu kondisi di kabin pesawat tersebut langsung mengharu biru.
Baca juga: VIRAL Satu Teman Dipecat, 57 Karyawan Pabrik Mengundurkan Diri Massal, Tua Pro dan Kontra
Profil Kapten Hanafi Herlim
Kapten Hanafi Herlim dikenal sebagai senior yang ari maskapai tersohor Indonesia, Citilink.
Kini ia berusia 65 tahun dan telah menjajaki penerbangan kurang lebih 42 tahun.
Hanafi kali pertama mendaftar dan masuk pendidikan sebagai pilot pada November 1978 dan lulus September 1980.
Berkat formulir pendaftaran sekolah penerbangan nyasar di mejanya kelas XII STM, menggerakkan hatinya untuk mendaftar.
Setelah lulus dari Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) yang berada di Curug, Tangerang Banteng, ia langsung bergabung dengan maskapai.
Lalu bergabung di Maskapai Penerbangan Merpati selama kurun waktu 25 tahun.
Dari Merpati, ia lantas bergabung di Indo Air Charter.
Pernah terbang ke Dubai, Afghanistan, Nigeria, Libya selama lima tahun.
Setelah itu, lanjut bergabung di Maskapai Citilink jalan 10 tahun.