Breaking News:

Ramadan 2022

Banyak Digelar Menjelang Ramadan, Dosen UIN Raden Fatah Ungkap Makna Dari Sedekah Ruwah

Banyak Digelar Menjelang Ramadan, Dosen UNI Raden Fatah Ungkap Makna Sedekah Ruwah

Penulis: Hartati | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com
Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Nasional Raden Fatah Palembang Ustadz Madi Apriadi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Nasional Raden Fatah Palembang Ustadz Madi Apriadi dalam tausiah singkatnya di kanal YouTube Tribun Sumsel membagikan makna Ramadan.

Ramadan kerap juga disebut sebagai bulan pengampunan atau memaafkan karena menjelang Ramadan sering kita dengar atau lihat banyak masyarakat yang menggelar sedekah Ruwah.

Sedekah Ruwah ini hakikatnya adalah memaafkan.

Allah mengajarkan kita melalui Nabi Muhammad SAW untuk saling memaafkan karena menjelang akhir Ruwah untuk saling memaafkan yakni minal Aidin Walfaidzin mohon maaf lahir batin.

Kisah teladan memaafkan juga dicontohkan baginda Nabi Muhammad SAW karena beliau setiap hari dilempari kotoran oleh seorang Yahudi buta saat Rasulullah SAW melintas di depan rumahnya setiap hari.

Bukan cuma kotoran saja yang dilemparkan oleh Yahudi itu tapi juga kata-kata kotor, makian, kata kebencian juga dia lontarkan setiap hari pada Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Dinas PUPR OI Ngebut Kerjakan Perbaikan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Selama Ramadan

Baca juga: Begini Penampilan Putra Siregar yang Kenakan dengan Baju Tahanan Oranye, Minta Doa di Bulan Ramadan

Hingga pada suatu ketika saat Nabi Muhammad SAW melintas di depan rumahnya namun tidak ada lemparan kotoran, makian, Kata-kata kasar dan kebencian yang beliau terima sehingga membuat beliau heran dan bertanya pada tetangga Yahudi tersebut kemana gerangan Yahudi itu tidak terlihat. Rupanya dia jatuh sakit.

Mendengar Yahudi yang setiap hari buat jahat padanya itu membuat Rasulullah SAW justru tergerak menjenguknya yang tengah terbaring sakit dan membawakannya oleh-oleh kurma ayang dibungkus sangat istri Aisyah.

Rasulullah dengan rasa cinta dan kasih sayangnya menjenguk Yahudi buta itu dan sehingga membuat si Yahudi buta itu terkejut karena orang yang selama ini dia caci maki dia lempari dengan kotoran adalah orang yang sangat mulai di sisi Allah SWT.

Dengan kemuliaan itu membuat si Yahudi buta tadi kemudian sadar dengan kasalahannya bahwa Rasulullah SAW sudah membuktikan betapa pemaaf nya beliau dengan tidak membalas perbuatan buruk Yahudi itu tapi justru membalasnya dengan kasih sayang dan memaafkan kesalahannya.

"Akhir Yahudi buta itu tersungkur di hadapan Rasulullah SAW dan mengakui keimanannya karena teladan yang dicontohkan Rasulullah SAW luar biasa besar dan membuka mata hatinya untuk beriman kepada Allah SAW," ujar Ustadz  Madi.(tnf) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved