Berita Lubuklinggau

Puting Beliung di Lubuklinggau, Atap Rumah Terbang, Rusni Alami 19 Jahitan

Puting Beliung di Lubuklinggau menimpa belasan rumah di Kelurahan Eka Marga, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau, Sumsel

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO
Keluarga Rusni saat menunjukkan kondisi rumah Rusni pasca dihantam angin puting beliung, Senin (11/4/2022). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU --Rusni warga Jalan Arjuna RT 06 Kelurahan Eka Marga, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau, Sumsel hanya bisa terbaring lemah di rumah orang tuanya.

Nenek berusia 50 tahun ini menjadi korban reruntuhan bangunan saat bencana angin puting beliung menghantam rumahnya, Minggu (10/04/2022) sore kemarin sekira pukul 17.30 WIB.

Dalam kejadian ini janda dua orang anak ini harus mendapat 19 jahitan di kepalanya karena tertimpa jatuhan material bangunan.

Rumah Rusni satu dari tiga rumah yang rusak parah dihantam angin puting beliung, sementara belasan lainnya mengalami rusak ringan.

Sembari menahan rasa sakit di kepalanya, Rusni bercerita peristiwa angin puting itu terjadi sangat cepat, saat itu dirinya sedang duduk dalam rumah menunggu hujan reda mau mandi, karena waktu sudah menjelang buka puasa.

"Saat itu saya sedang duduk dalam rumah, sudah pakai pakaian mandi, pikirnya nunggu terang mau mandi," cerita Rusni pada Tribunsumsel.com, Senin (11/4/2022).

Saat tengah hujan deras itu, tiba-tiba datang angin kencang, bahkan saking kencangnya angin pintu rumahnya terbuka seperti di dobrak orang dari luar.

"Seketika itu saya kaget karena seperti didorong keras, tak lama atap rumah terbang, kepala saya seperti ada yang memukul, saya masih sadar langsung keluar minta tolong," ungkapnya.

Keluarganya yang mendengar teriakan Rusni langsung keluar, mereka melihat kepala Rusni sudah berlumuran darah dan melihat atap rumahnya sudah tidak ada lagi.

Dibantu keluarganya, Rusni langsung dilarikan ke klinik bidan Rini di Desa D Tegal Rejo Musi Rawas karena mengalami luka yang serius di bagian kepala.

"Alhamdulillah sekarang sudah agak lumayan, tapi kepala masih sakit, kalau noleh masih tidak bisa, terasa berat sekali rasanya," ujarnya.

Selain rumah Rusni, Rumah Suwardi yang berjarak sekitar 200 meter juga rusak parah, bahkan material bangunan yang masih dalam tahap pembangunan hanya menyisakan satu kamar.

"Tinggal kamar anak yang tersisa semuanya rusak parah, padahal rencananya akan ditunggu saat malam lebaran, karena masih dalam tahap pembangunan," kata Suwardi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved