Berita Empat Lawang
Mengenal Tradisi Ngidang, Satu Bagian Acara Persedekahan di Empat Lawang
Tradisi Ngidang merupakan perjamuan makan minum untuk tamu undangan hajatan ataupun persedekahan
Penulis: Sahri Romadhon | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM, EMPAT LAWANG- Sebuah daerah umumnya memiliki tradisi, budaya, pesona alam, hingga kuliner khas.
Dimana semua itu merupakan ciri khas yang kemudian bisa menjadi cara masyarakat lain untuk mengenal suatu daerah.
Di Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), Kabupaten Empat Lawang tersapat sebuah tradisi yang disebut dengan ngidang.
Ngidang merupakan perjamuan makan minum untuk tamu undangan hajatan ataupun persedekahan, makan dan minuman dihidangkan dan dikonsumsi secara kelompok, sehingga disebut ngidang atau menyantap hidangan.
Seperti halnya hajatan atau persedekahan di Indonesia umumnya akan ada sesi santap makan setelah acara selesai dimana di kota-kota biasanya santap makan dilaksanakan secara langsung atau prasmanan.
Di Kabupaten Empat Lawang, salah satunya di Kecamatan Paiker ada tradisi ngidang dimana undangan yang datang terlebih dahulu akan dijamu makanan ringan seperti lemang (beras ketan dan santan yang dimasak di dalam bambu).
Setelah acara utama selesai undangan akan dipersilahkan untuk menyantap hidangan utama berupa nasi, daging, sayuran, ikan, sambal dan lain sebagainya disantap secara bersama-sama untuk 5 hingga 8 orang perhidangan.
Di Kabupaten Empat Lawang hajatan atau persedekahan akan dilaksanakan hari apapun tergantung kemauan orang yang melaksanakan dan tidak harus dilaksanakan pada hari libur seperti sabtu dan minggu.
Baca juga: Gunjing dan Lengkok Sepasang Makanan Khas Kabupaten Empat Lawang
Untuk persedekahan di wilayah Paiker biasanya akan dilaksanakan dibawah jam 10 pagi dimana sebelum jam 12 acara sudah selesai, beda lagi dengan di wilayah Muara Pinang dan Lintang Kanan biasanya dilaksanakan diatas jam 10 hingga jam 1 siang.
Selain itu saat acara selesai biasanya undangan akan mendapatkan bekal berupa makanan ringan hingga lauk pauk untuk dibawa pulang ke rumah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/tradisi-ngidang-empat-lawang.jpg)