Berita PALI

Mendekati Bulan Puasa, Harga Cabai di PALI Naik 100 Persen

Harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik mendekati bulan suci ramadan 2022 yang jatuh awal bukan April mendatang.

SRIPOKU/REIGAN
Pedagang Cabai di Pasar Inpres Pendopo Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI menunjukkan cabai yang mengalami kenaikan, Rabu (16/3/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI- Sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Inpres Pendopo Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) jelang bulan puasa mulai merangkak naik.

Seperti harga Cabai sejak dua pekan terakhir harganya meroket hingga seratus persen per kilogramnya dari Rp 30 ribu mencapai Rp 60 ribu per Kg.

Kondisi demikian, tentu dikeluhkan sejumlah warga di Bumi Serepat Serasan. Dimana, belum selesainya permasalahan langkanya minyak Goreng tengah masyarakat.

"Masalah naiknya harga kebutuhan pokok selalu terjadi saat akan memasuki bulan puasa. Harusnya pemerintah bergerak cepat untuk mengendalikan harga-harga," ungkap Lela, salah satunya warga Talang Ubi, Rabu (16/3/22).

Karena menurut warga yang kesehariannya sebagai penjual makanan ringan itu dengan melonjaknya harga kebutuhan pokok menyulitkan masyarakat ditengah himpitan ekonomi ditengah pandemi covid-19 yang berkepanjangan.

"Masalah minyak goreng saja belum teratasi, ditambah lagi harga cabai, telur, tepung terigu serta bahan pokok lainnya yang saat ini terus merangkak naik." Ujarnya.

Hal demikian, lanjut dia harus segara diatasi agar masyarakat tidak terbebani dan saat menjelang puasa serta lebaran nanti harga kebutuhan pokok stabil.

"Memasak dirumah sekarang harus pandai meracik menu dengan kebutuhan yang kian tinggi. Kadang disiasati dengan makanan yang manis yang terkadang masakan juga menjadi hambar," katanya.

Sementara, Iwan pedagang cabai dan sayuran di pasar Inpres Pendopo Kecamatan Talang Ubi mengaku bahwa naiknya harga cabai memang dari pemasok akibat menurunnya produksi cabai, sementara permintaan tinggi.

"Pasokan cabai berkurang, sehingga harga merangkak. Kalau harga sebelum naik, hanya dikisaran Rp 30.000 per kilo, tapi saat ini cabai merah keriting mencapai Rp 50.000 per kilo sementara cabai setan Rp 60.000 per kilo," ungkapnya.

Baca juga: Dipanggil Tak Menjawab, Kronologi Wisatawan Asal PALI Tewas Tenggelam di Pagaralam

Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, Ahmad Jhoni menyarankan agar masyarakat PALI dalam mengatasi mahalnya harga cabai dan sayuran untuk menanam tanaman tersebut, minimal memanfaatkan pekarangan rumah.

"Sebenarnya kalau kita mau, tidak akan muncul keluhan masyarakat akan mahalnya harga cabai dan sayuran. Minimal manfaatkan pekarangan rumah dengan menanam cabai dan sayuran atau tanaman toga sehingga ketika harga komoditi itu meningkat, kita tidak pusing karena dilahan kita sudah ada," ujarnya. (SP/REIGAN)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved