Berita Sriwijaya FC
Kegalauan Eks Pemain Sriwijaya FC Saat Beredar Kabar Bomba Group Bakal Akusisi SFC dan HZ Lengser
Di tampilan status medsosnya yang selama ini masih berlatarkan mengenakan baju atribut sama seperti suporter Sriwijaya FC.
Sebelumnya Sripoku.com mendapatkan informasi ada perusahaan Bomba Group pada tanggal 7 Januari 2022 melayangkan daftar permintaan dokumen terkait keperluan legal due dilligence sehubungan dengan rencana pengambilalihan klub sepakbola Sriwijaya FC, untuk dapat ditindaklanjuti.
Surat tersebut dilayangkan ke Faisal Mursyid SH selaku Sekretaris Perusahaan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SIM) selaku pengelola klub Sriwijaya FC.
Sekadar informasi Bomba Grup adalah perusahaan yang memiliki unit usaha coal, plantation, power plan, property yang fokus di wilayah Sumatera Selatan. Bomba Group milik Setiawan Ichlas alias Iwan Bomba, pengusaha muda kelahiran Palembang.
Seperti diketahui masih ada 10 eks pemain SFC yang masih belum dibayarkan sisa gaji terakhirnya musim kompetisi Liga 2 2021. Heboh viralnya mencuatnya pemberitaan ini mengingat SFC sejarahnya selama ini belum ada yang namanya menunggak gaji pemain.
Banyak yang berspekulasi jika gaji 10 pemain ini akan diselesaikan pasca diakuisisi nantinya yang dikabarkan pada Maret ini sehingga akan diselesaikan sisa gaji pemain ini pada April 2022.
"Insya Allah pasti dibayarkan. Pasti ada penyebabnya. Soalnya selama ini belum ada sejarahnya SFC menunggak gaji pemain. Logikanya jika akuisisi ini berjalan pada Maret seperti disampaikan Pak HZ, berarti April akan dituntaskan tunggakan sisa gaji pemain. Kalaupun belum juga dibayarkan, kan para pemain bisa lapor ke Asosiasi Pemain Profesional Indonesia. Apalagi duit SFC ini masih ada di PT BLI (Badan Liga Indonesia) Rp 3,4 M yang belum mereka bayarkan," kata sumber yang enggan disebutkan namanya. (fiz)