Berita Sriwijaya FC
Kegalauan Eks Pemain Sriwijaya FC Saat Beredar Kabar Bomba Group Bakal Akusisi SFC dan HZ Lengser
Di tampilan status medsosnya yang selama ini masih berlatarkan mengenakan baju atribut sama seperti suporter Sriwijaya FC.
TRIBUNSUMSEL.COM - Pasca Sriwijaya FC dikabarkan bakal segera diakuisisi pengusaha Sumsel, Iwan Bomba alias Ichlas Setiawan pemilik Bomba Group.
Beredar sinyal H Hendri Zainuddin SAg SH MSi bakal lengser dari posisi Presiden Klub Sriwijaya FC.
Hal ini tentu berimbas pada kegalauan yang dirasakan oleh eks pemain musim kompetisi Liga 2 2021.
Terutama yang masih ada sangkutan sisa gaji terakhir mereka yang sampai saat ini belum dibayarkan.
"Nasib gaji kami bagaimana? Sampe saat ini tidak ada info sampe saat ini," tulis pesan salah seorang pemain dengan memasang emot menangis.
Hendri Zainuddin setelah menginformasikan proses tinggal finalisasi mengambilalih (mengakuisisi) manajemen pengelolaan klub Sriwijaya FC musim kompetisi Liga 2 2022, dan mulai terang-terangan mengakui status dirinya saat ini selain selaku Ketua Umum KONI Provinsi Sumsel, ia masih tetap jadi Presiden Klub akan tetapi klub Palembang Sportivo yang berada di Liga 3.
"Ya, HZ sekarang Presiden Klub akan tetapi klub Palembang Sportivo," ungkap H Hendri Zainuddin SAg SH MSi kepada awak media, Rabu (9/3/2022).
Ia pun membenarkan jika perubahan status di media sosialnya telah diubah itu memang menjelaskan bakal ada perubahan Presiden Klub SFC pada musim kompetisi Liga 2 2022 mendatang.
"Lah dienjuk kode di FB dan IG. Masak saham minoritas jadi Presiden klub," ujar mantan anggota DPD RI.
Tak hanya itu saja, di tampilan status medsosnya yang selama ini masih berlatarkan mengenakan baju atribut sama seperti suporter Sriwijaya FC.
Sedangkan latar belakang tampilan status medsosnya sekarang sudah tidak dipasang atribut suporter Sriwijaya FC lagi.
Eks pemain mengaku sudah berusaha menanyakan kabar kapan gaji akan dibayarkan, namun belum mendapat tanggapan.
Pemain berharap selain saat ini manajemen sibuk dengan akuisisi, agar sisa gaji pemain juga diurus untuk diselesaikan.
Sekretaris Perusahaan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SIM) Faisal Mursyid SH selaku manajemen pengelola klub Sriwijaya FC yang dikonfirmasi terkait kegalauan eks pemain memberikan penjelasannya.
"Itu kan sudah tuntas oleh manajer. Sudah dijawab oleh manajer, segera kita selesaikan. Itu kan cukup pernyataan Pak Hendriansyah Direktur Marketing yang juga merangkap manajer. Sudah dijawab oleh beliau. Tinggal waktu saja," kata Faisal.
Baca juga: Cerita Mahyadi Panggabean yang Ngaku Paling Berkesan Saat Bermain di PSMS dan Sriwijaya FC
Baca juga: Arianto Siap Buktikan Diri Jika Dipercaya Gabung Bersama Sriwijaya FC Musim Depan
Sementara Manajer Tim SFC yang juga Direktur Marketing PT SOM Hendriansyah ST MSi ketika dikonfirmasi terkait kegalauan para eks pemain SFC ini menyatakan perusahaan akan bertanggungjawab menyelesaikan kewajiban kepada pemain.
Hendriansyah yang juga menjabat Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Selatan mengaku sempat terkejut membaca pemberitaan Presiden kelub SFC Hendri Zainuddin yang dikabarkan bakal lengser.
"Saya juga terkejut (membaca berita penjelasan HZ bakal lengser dan akuisisi SFC). Saya terakhir itu mempertanyakan ke beliau tentang gaji pemain itu. Siapapun yang gantikan nanti kan akan bertanggungjawab. Bukan (gara-gara) HZ tidak lagi, kan tidak. Itu kan (kaitan dengan) SFC, bukan personnyo yang bertanggungjawab ke gaji pemain," kata Hendriansyah.
Para awak media juga sempat terkejut ketika Presiden Klub H Hendri Zainuddin SAg SH membeberkan jika pengusaha Sumsel, Iwan Bomba alias Ichlas Setiawan pemilik Bomba Group tinggal finalisasi mengambilalih (mengakuisisi) manajemen pengelolaan klub Sriwijaya FC musim kompetisi Liga 2 2022.
Sebab setiap dikonfirmasi selama dua bulan sempat ramai dibicarakan, pengusaha asal Payaraman Ogan Ilir ini terkesan masih belum mengungkapkan hasil penjajakan dengan investor ini.
"Saya ingin menginformasikan terakhir akuisisi SFC. Kemarin memang leading sectornya itu Manajer Pak Hendriansyah yang mengurusin ini. Beliau juga menyampaikan statemen di bulan Februari akan selesai, akan tetapi memang dalam perjalanannya alot. Terutama masalah administrasi soal dasar-dasar hukum. Karena ini sudah sifatnya akuisisi, pengambilalihan Sriwijaya FC. Jadi betul-betul Bomba Group ini clear sehingga ini proses lama," ungkap H Hendri Zainuddin SAg SH.
Hendri yang juga Ketua Umum KONI Provinsi Sumsel berharap semoga saja di dalam bulan Maret ini selesai dan mengisyaratkan manajemen SFC yang ada sekarang ini belum tahu nasibnya akan masih akan dilibatkan atau tidak lagi di pengelolaan selanjutnya.
"Dan tentu kita harapkan selesai. Karena kita akan persiapan Liga, walaupun kita gak tahu manajemennya nanti seperti apa. Apakah manajemen sekarang dipertahankan, apa tidak dipertahankan, kita sampai sekarang belum tahu," kata Hendri yang akrab disapa HZ.
Hendri menjelaskan manajemen saat ini belum bisa berbicara banyak terkait persiapan SFC menghadapi kompetisi Liga 2 2022 karena nantinya akan dikelola oleh Iwan Bomba yang bakal memiliki lebih dari separoh saham SFC.
"Jadi kita belum berbuat bisa berbuat apa-apa dulu karena akuisisi ini pasti lebih dari separoh saham akan menjadi milik Bomba Group. Prosesnya sudah hampir finallah. Pokoknya saham dia dominan," terang Hendri.
Saudara kembar dari pengasuh Ponpes Aulia Cendekia, KH Hendra Zainuddin MPdi ini menjelaskan memang sekarang ini harus ada orang seperti Bomba Group yang menangani Sriwijaya FC untuk bisa bersaing ke depannya.
"Karena kita berhadapan dengan para Sultan dan Penguasalah mengurus bola. Tidak bisa lagi SFC ini diurus dengan gaya-gaya sponsor, apalagi sponsor itu bergantung dengan penguasa atau gubernur misalnya. Tentu itu bukan sepakbola modern sekarang. Kita harus lepas dari itu. Sriwijaya FC ke depan akan seperti klub-klub lain yang bisa go public, tbk, dll," jelasnya.
Ketika ditanya bagaiamana dengan homebase atupun bakal ada perubahan nama pasca akuisisi nanti mengingat lebih dari separoh saham akan menjadi milik Bomba Group.
"Yang jelas SFC tetap di Palembang, Karena Pak Iwan Bomba yang punya ini orang Sumatera Selatan. Jadi tidak ada yang diubah-ubah, semoga saja berhasil. Alot sekali, bukan negosiasi soal duitnya. Tapi negosiasi soal administrasi," pungkasnya.
Seperti pernah diberitakan, Sriwijaya FC bakal dikelola secara profesional oleh investor asal Sumsel sebelum dimulainya kompetisi Liga 2 2022 mendatang.
Sebelumnya Sripoku.com mendapatkan informasi ada perusahaan Bomba Group pada tanggal 7 Januari 2022 melayangkan daftar permintaan dokumen terkait keperluan legal due dilligence sehubungan dengan rencana pengambilalihan klub sepakbola Sriwijaya FC, untuk dapat ditindaklanjuti.
Surat tersebut dilayangkan ke Faisal Mursyid SH selaku Sekretaris Perusahaan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SIM) selaku pengelola klub Sriwijaya FC.
Sekadar informasi Bomba Grup adalah perusahaan yang memiliki unit usaha coal, plantation, power plan, property yang fokus di wilayah Sumatera Selatan. Bomba Group milik Setiawan Ichlas alias Iwan Bomba, pengusaha muda kelahiran Palembang.
Seperti diketahui masih ada 10 eks pemain SFC yang masih belum dibayarkan sisa gaji terakhirnya musim kompetisi Liga 2 2021. Heboh viralnya mencuatnya pemberitaan ini mengingat SFC sejarahnya selama ini belum ada yang namanya menunggak gaji pemain.
Banyak yang berspekulasi jika gaji 10 pemain ini akan diselesaikan pasca diakuisisi nantinya yang dikabarkan pada Maret ini sehingga akan diselesaikan sisa gaji pemain ini pada April 2022.
"Insya Allah pasti dibayarkan. Pasti ada penyebabnya. Soalnya selama ini belum ada sejarahnya SFC menunggak gaji pemain. Logikanya jika akuisisi ini berjalan pada Maret seperti disampaikan Pak HZ, berarti April akan dituntaskan tunggakan sisa gaji pemain. Kalaupun belum juga dibayarkan, kan para pemain bisa lapor ke Asosiasi Pemain Profesional Indonesia. Apalagi duit SFC ini masih ada di PT BLI (Badan Liga Indonesia) Rp 3,4 M yang belum mereka bayarkan," kata sumber yang enggan disebutkan namanya. (fiz)