Berita Internasional
UPDATE Korban Serangan di Ukraina, 137 Tewas, Presiden Zelensky Kecil Hati : Kami Dibiarkan Sendiri
Ia berkecil hati setelah berbicara dengan para pemimpin Barat, menyebut negaranya dibiarkan diserang tanpa ada yang membantu.
TRIBUNSUMSEL.COM - Serangan Rusia di Ukraina memakan korban.
Ratusan orang dikabarkan tewas dalam serangan pada Kamis (24/2/2022) pagi.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan pidatonya di televisi, berdasarkan laporan The Guardian Jumat pagi.
Ia berkecil hati setelah berbicara dengan para pemimpin Barat, menyebut negaranya dibiarkan diserang tanpa ada yang membantu.
"Kami dibiarkan sendiri untuk mempertahankan negara kami," katanya.
"Siapa yang siap bertarung bersama kita? Saya tidak melihat siapa pun."
"Siapa yang siap memberi Ukraina jaminan keanggotaan NATO?"
"Semua orang takut."
Zelensky mengatakan bahwa 137 orang telah tewas dan 316 lainnya terluka.
Zelensky Perintahkan Pergerakan Militer Penuh
Dalam pidato yang sama, Zelensky memerintahkan mobilisasi militer penuh melawan invasi Rusia, yang akan berlangsung selama 90 hari.
Militer Ukraina akan menentukan berapa banyak orang yang memenuhi syarat untuk dinas, dan kabinet akan mengalokasikan uang untuk mobilisasi.
Sementara itu, warga negara Ukraina (pria) berusia 18-60, dilarang untuk meninggalkan perbatasan Ukraina, menurut Layanan Penjaga Perbatasan Negara.
"Peraturan ini akan tetap berlaku selama periode hukum darurat militer."
"Kami meminta warga untuk mempertimbangkan informasi ini."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/tubuh-warga-ukraina-yang-tergeletak-di-tanah-setelah-pemboman-rusia123.jpg)