Update Covid 19
Ahli Mikrobiologi Prof Yuwono Bicara Tentang Masa Terjadinya Gelombang Omicron di Indonesia
Ahli Mikrobiologi Prof Yuwono Bicara Tentang Gelombang Omicron di Indonesia
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Slamet Teguh
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Satu warga Palembang terdeteksi Covid-19 varian Omicron.
Hal ini bersamaan dengan meningkatnya kasus Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel).
Menurut Ahli Mikrobiologi Prof Dr dr Yuwono M Biomed, varian omicron merupakan varian kelima dari Covid-19. Sebelumnya ada varian Beta, Gamma, Alfa, dan Delta.
"Dari semua varian tersebut omicron terbilang yang paling unik karena memiliki titik mutasi lebih dari 30 titik. Berbeda dari Delta yang hanya memiliki tiga titik mutasi," kata Prof Yuwono, Sabtu (5/2/2022).
Menurutnya, dengan begitu omicron memiliki karakteristik dan daya tular yang lebih tinggi. Namun dampak yang ditimbulkan tidak separah varian sebelumnya apalagi delta.
"Kalau prediksi saya, gelombang omicron ini tidak akan sepanjang varian delta," kata Direktur Rumah Sakit RS Pusri ini.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Sumsel Melonjak, 4 Warga Isoman di Wisma Atlet Jakabaring Palembang
Baca juga: Angka Covid-19 Meningkat Jadi 116 Kasus Positif, Sumsel Berlakukan PPKM Level 1 dan 2
Professor Yuwono merincikan, gelombang delta yang menyentuh puncaknya pada Agustus 2021 dimana hunian rumah sakit mencapai 100 persen dan baru berakhir pada Desember 2021.
Sementara untuk varian omicron yang memang mengalami lonjakan kasus yang besar, namun akan lebih cepat turun dalam beberapa bulan kedepan.
Di sisi lain, Yuwono berharap agar masyarakat segera divaksinasi karena dengan vaksin warga bisa lebih terlindungi dari dampak yang ditimbulkan sehingga mengurangi risiko kesakitan bahkan kematian.
"Varian omicron ini memang dapat mengurangi efektifitas vaksin, tetapi tidak menghilangkan perlindungan dari vaksin tersebut. Karena itu vaksinasi masih sangat penting dilakukan saat ini. Jadi segera percepat vaksinasi," pesannya.