Berita Lubuklinggau

Fajarudin Warga Lubuklinggau Ketakutan, Lindas Ular Sanca 2 Meter di Jalan, Dikira Kayu

Penangkapan ular tersebut bermula saat Fajarudin melintas mau pulang ke rumah, setiba di lorong jalan rumahnya dia melihat seperti ada sebatang kayu m

Tayang:
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM/Dokumen Warga
Fajarudin saat menangkap ular bersama warga sekitar rumahnya, Selasa (2/2/2022) 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM,LUBUKLINGGAU - Fajarudin warga Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) ketakutan ketika tak sengaja melindas ular piton sepanjang 2 meter saat hendak pulang ke rumahnya, Selasa (1/2/2022) malam.

Awalnya warga RT 06 Jalan KBS Kelurahan Marga Mulya Kecamatan Lubuklinggau Selatan 1 ini mengira ular jenis sanca yang ditabraknya hanya sebatang kayu.

Karena penasaran dia turun dari mobil dan melihat ke bawah mobil, karena khawatir membahayakan Fajarudin pun spontan memanggil tetangganya untuk menangkap ular tersebut.

Penangkapan ular tersebut bermula saat Fajarudin melintas mau pulang ke rumah, setiba di lorong jalan rumahnya dia melihat seperti ada sebatang kayu melintang.

Kemudian Fajarudin pun melindasnya, karena merasa janggal akhirnya dia pun turun dari mobil dan melihat ternyata yang dilindasnya adalah ular sanca 2 meter.

"Saat lewat mau pulang, saya kira bukan ular tidak sengaja saya lindas ular," ungkap Fajarudin pada wartawan, Rabu (2/2/2022).

Meski terlindas ban mobil carry L300 milik Fery kondisi ular masih tetap hidup.

Khawatir membahayakan Fajarudin memanggil tetangga disekitar rumahnya.

"Mendengar ada ular ada yang langsung mengambil bambu dan memukul ular menggunakan batang bambu sampai lemas," ujarnya.

Setelah tidak membahayakan ular tersebut langsung diikat dan dimasukkan ke dalam karungi agar tidak membahayakan.

"Untuk sementara masih disimpan dalam karung, belum tahu apa mau dilepas lagi atau dijual," ungkapnya.

Sementara Kabid Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB), Suryo Amrinata mengatakan fenomena ular masuk ke pekarangan warga ini umumnya untuk mencari makan atau perlindungan.

"Karena secara alami binatang reptil ini setiap musim hujan akan mencari tempat aman untuk menetaskan telurnya dan perlindungan," ungkapnya.

Dia mengungkapkan untuk kejadian bencana alam di Kota Lubuklinggau ini masih bisa ditanggulangi dengan cepat dan tanggap.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved