Mahasiswi Baturaja Dirudapaksa Resedivis

'Dia Mahasiswi Terbaik Kami', Kesaksian Pimpinan PTS Tempat Kuliah Mahasiswi Dirudapaksa Residivis

Mahasiswi usia 22 tahun tersebut diakui sebagai mahasiswi terbaik di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Baturaja OKU tempatnya menuntut ilmu.

Editor: Vanda Rosetiati

TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA - Seorang mahasiswi berprestasi inisial D yang kerap bertugas sebagai translater bahasa asing saat ada latihan tempur di Puslatpur Baturaja menjadi korban rudapaksa seorang residivis, Sabtu (30/1/2022).

Mahasiswi usia 22 tahun tersebut diakui sebagai mahasiswi terbaik di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Baturaja OKU tempatnya menuntut ilmu. Sekarang D sedang menyusun skripsi.

Pimpinan PTS tempat D kuliah, Iin menuturkan mereka akan memberikan dukungan moril yang penuh pada mahasiswi tersebut. Mereka juga siap memfasilitasi mahasiswi tersebut dalam menghadapi kasus kriminal perampokan dan pemerkosaan oleh residivis kambuhan tersebut.

"Dia mahasisiwi terbaik kami, ptesataainya liar biasa dan saat ini sedang menyusun skrpsi" kata Iin, Pimpinan PTS tempat D kuliah, Senin (31/1/2022).

Menurutnya, universtitas swasta di Baturaja itu akan memberikan bantuan dan fasilitasi selama D menghadapi proses yang berkaitan dengan musibah yang dihadapi. "Ya termasuk menyiapkan satu unit mobil untuk transportasi.

Pihak perguruan tinggi juga menugaskan dosen beberapa staf mengantar mendampingi D berurusan ke polisi mau pemeriksaan lainnya," jelas IIn.

Pihak perguruan tinggi juga sangat prihatin karena saat ini korban sedang menyusun skripsi dan semua data dan pendukung skripsinya ada di laptop yang dirampok pelaku.

Diberitakan sebelumnya, D (22), mahasiswi korban pemerkosaan oleh Residivis di Baturaja alami trauma berat usai ia dua kali dirudapksa pelaku.

Dikatakan ibu korban, saat ini si mahasiswi yang sudah bertunangan dengan tentara Amerika tersebut mengalami trauma berat dan tidak mau bertemu dan berkomunikasi dengan orang lain.

Bahkan, korban tidak berani lagi melihat rumah kontrakannya karena masih terbayang peristiwa sadis yang dialaminya.

Rela Diperkosa Demi Lindungi Ibu

Karena takut ibunya ditembak perampok, D (22) korban perampokan dan pelecehan seksual memerintahkan ibunya bersembunyi dan rela menanggung sendiri penderitaanya.

Menurut penuturan ibu korban, puterinya masuk ke dalam kamarnya dan mengatakan ada perampok minta uang, kemudian ibu korban menyerahkan uang sebesar Rp. 250.000.

Korban membisikan kepada ibunya agar bersembunyi supaya terhindar dari kekejian perampok bersenjata apai.

Ibu korban ketakutan sehingga tidak keluar dari dalam kamar namun ibu korban masih mencoba mengintip dari balik pintu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved