Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Rumah Heri Terisolir Tertutup Jembatan Bukit Sulap, Ini Jawaban Dinas PUPR Lubuklinggau

Rumah dengan luas tanah 13x15 meter persegi ini tak bisa ditempati lagi. Akses satu-satunya menuju rumah ini sudah tertutup Jembatan Bukit Sulap.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO
Rumah Milik Heri di RT 02 Kelurahan Tapak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) yang terisolir bangunan jembatan Bukit Sulap, Selasa (4/1/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Rumah milik Heri (40) warga RT 02 Kelurahan Tapak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) terisolir.

Rumah dengan luas tanah 13x15 meter persegi ini tak bisa ditempati lagi. Akses satu-satunya menuju rumah ini sudah tertutup Jembatan Bukit Sulap atau jalan menuju jalan Lingkar Barat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) , Asril Asri menyampaikan dari awal pembangunan jalan Lingkar Barat itu semuanya sudah dilakukan pengkajian.

"Dari awal memang akses awalnya memang sudah ada dan akses awal mereka tidak pernah diganggu, dan memang kondisi lingkungan sejak awal tidak ada yang dirugikan," ungkapnya pada Tribunsumsel.com, Selasa (11/1/2022).

Namun, karena kondisi jembatannya sudah jadi akhirnya warga itu berubah, sebab bila minta akses baru kajiannya sejak awal tidak sampai di sana, karena akses awal tidak diganggu.

"Ke depan ada upaya pemerintah untuk melakukan ganti rugi, bila memang pemanfaatan lahannya sudah dibuat dan dikaji untuk peruntukannya, paling ke depan akan dilakukan relokasi," ujarnya.

Hanya saja masalah relokasi ini melihat slot anggarannya, sebab bila dipaksakan buat akses baru malah berbahaya, dari bawah langsung menuju jembatan jadi lebih bahaya.

Sementara fokus pembangunan ke depan adalah fokus jalan Lingkar Barat terutama peningkatan konektivitas jembatan dan jalan yang akan di optimalkan tahun 2023 mendatang.

"Dalam waktu dekat karena kita sudah kontrak menggunakan dana PEN sebesar Rp 125 Miliar yang untuk konektifitas jalan lingkar utara dan jembatan Rahma," ungkapnya.

Kemudian khusus tahun 2022 ini pihaknya sudah mengajukan slot anggaran dari provinsi untuk konektifitas seluruh wilayah Kota Lubuklinggau.

"Saat ini masih menunggu dari provinsi, jumlah yang kita ajukan untuk bantuan dari provinsi kurang lebih Rp 200 miliar," paparnya.

Termasuk dalam pengajuan itu pihaknya akan melakukan rehab total dan gor Megang, semua itu kedepan skala prioritas dan seluruh perbaikan ruas jalan.

"Sistem peningkatan jalan di Kota Lubuklinggau ini dibagi menjadi empat zona, untuk jumlahnya sangat banyak," ungkapnya. 

Baca juga: Ibu dan Anak di Sukarami Palembang Disiram Air Keras, Polisi Kejar Suami Siri Korban

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved