Berita Pagaralam

Update Aktivitas Gunung Api Dempo Pagar Alam, Gempa Tremor Mulai Menurun

Update Aktivitas Gunung Api Dempo Pagar Alam pertanggal 10 Januari 2022, Jumlah Gempa Tremor yang terekam Seismograf Mulai Menurun

SRIPOKU/WAWAN
Walikota Pagar Alam Alpian Maskoni saat mengunjungi Pos Pengamatan Gunung Api Dempo (GAD), Senin (10/1/2021) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGAR ALAM - Update perkembangan status Gunung Api Dempo (GAD) Kota Pagar Alam Sumatera Selatan pertanggal 10 Januari 2022. 

Berdasarkan rekaman alat Siesmograf baik analog maupun digital yang ada di Pos Pengamatan GAD, menunjukan bahwa Tremor masih terus terekam oleh Seismograf  secara menerus.

"Tremornya masih terus terekam, namun amplitidonya mulai menunjukan penurunan karena saat ditetapkan level II waspada beberapa hari lalu tremor yang terekam yaitu 0,5 sampai 2 milimeter saat ini menjadi 0,5 sampai 1 milimeter," ujar Petugas Pos Pengamatan GAD, Megian Nugraha, Senin (10/1/2022).

Dikatakan Megian, meskipun tremornya mengalami penurunan namun getaran yang terekam masih rata-rata di 0,5 milimeter.

Hal ini menunjukan bahwa masih ada aktivitas Fluida dikawah GAD tersebut.

"Tremor yang masih terekam mengindikasikan bahwa aktivitas GAD masih ada. Namun sudah ada sedikit penurunan," katanya.

Ditegaskannya bahwa radius yang tidak boleh didekati yaitu 1 kilometer dari pusat kawah Merapi dan 2 kilometer dari sektor utara.

"Jadi untuk kawasan lain seperti Tugu Rimau dan Kampung IV untuk saat ini masih aman," tegasnya.

Diingatkan Megian, Gunung Api Dempo merupakan gunung api dengan tipe letusan freaktik yang bisa menyebutkan awan dan uap panas tanpa menunjukan gejala sebelumnya.

Untuk itu masyarakat terutama pendaki tidak mendaki pusat kawah diradius 1 kilometer.

"Pasalnya ditakutkan akan ada hembusan secara tiba-tiba yang bisa membahayakan," ungkapnya.

Wako Pagaralam Datangi Pos Pengamatan

Walikota Pagar Alam Alpian Maskoni mendatangi langsung Pos Pengamatan Gunung Api Dempo (GAD) untuk memastikan kondisi terkini GAD tersebut.

Hal ini dilakukan Walikota untuk bisa mengetahui kawasan mana saja yang tidak boleh didekati dimassa level II atau waspada ini.

"Saya memang sudah mendapatkan informasi terus dari pihak Pos Pengamatan Gunung Api Dempo melalui telpon. Namun saya ingin memastikan bahwa kondisi Level II ini masih aman untuk masyarakat sekitar Dempo atau tidak," ujarnya.

Berdasarkan data yang didapat Walikota dari petugas GAD, bahwa radius yang tidak boleh didekati yaitu radius 1 kilometer dari pusat kawah.

"Jika berdasarkan keterangan Pos GAD, kawasan yang tidak boleh didekati itu yaitu disekitaran kawah Gunung Api Dempo saja untuk saat ini. Pasalnya ditakutkan adanya hembusan awan atau uap panas," katanya.

Dari data yang didapat untuk itu, kawasan wisata Gunung Dempo dan sekitarnya masih aman untuk dikunjungi wisatawan baik lokal maupuan luar Pagaralam.

"Saat ini dipastikan kawasan Kota Pagar Alam serta kawasan wisata Gunung Dempo dan sekitarnya masih aman dikunjungi. Namun tetap harus waspada," tegasnya.

Baca juga: Jalur Pendakian Tetap Dibuka meski Gunung Dempo Pagaralam Berstatus Waspada

Wako menjelaskan bahwa kenaikkan level GAD ini memang selalu terjadi setiap tahunnya.

Jadi masyarakat tidak perlu panik berlebihan namun tetap waspada sembari terus mencari informasi yang falid terkait status GAD tersebut. (SP/WAWAN)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved