Breaking News:

Kasus Investasi Bodong di Prabumulih

Member Tak Bayar, Pengakuan Owner Investasi Bodong di Prabumulih Dilaporkan Rugikan Rp 350 Juta

Puput tersangka dugaan investasi bodong di Kota Prabumulih mengungkapkan investasi dilakukan mengalami kendala karena member dibawahnya tidak menyetor

Penulis: Edison | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EDISON
Tersangka Putri alias Puput duduk membelakangi kamera ketika menjalani pemeriksaan petugas PPA Satreskrim Polres Prabumulih, Kamis (6/1/2022). Puput owner investasi bodong dilaporkan oleh dua anggotanya ke polisi karena merugikan anggota Rp 350 juta. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Tersangka dugaan investasi bodong di Kota Prabumulih yakni Putri alias Puput (35) mengungkapkan investasi dilakukan mengalami kendala karena member dibawahnya tidak menyetorkan angsuran member lainnya.

Warga Jalan Bangau Kelurahan Tugu Kecil Kecamatan Prabumulih Timur itu mengakui dirinya membuka bisnis investasi itu secara mandiri dengan metode member get member.

"Jadi investasinya member get member, bayar Rp 700 ribu dapat Rp 1 juta. Member saya ada 40 orang," ungkap Putri ketika diwawancarai di ruang Satreskrim Polres Prabumulih, Kamis (6/1/2022).

Ibu muda itu menjelaskan dari 40 member tersebut menanamkan modal bervariasi dan berdasarkan catatannya total uang seluruh member Rp 400 juta. "Bervariasi uang member, kalau tidak salah total Rp 400 jutaan," jelasnya.

Putri mengaku, investasi menjadi macet karena dari 40 member itu tidak menyetor sehingga perputaran uang menjadi macet alias terkendala. "Kesalahan saya karena member get member saya yang buat, tapi memang kalau member di bawah saya itu menyetor mungkin masih berputar uangnya, dia tidak nyetor," bebernya.

Ditanya berapa banyak total member, Putri mengaku dirinya memiliki 40 member dan dari 40 itu ada dua member beranggotakan masing-masing 100 orang sehingga total keseluruhan 240 orang.

Member sendiri tidak hanya beralamat di Kota Prabumulih namun ada juga yang beralamat di kabupaten lain seperti PALI dan Muaraenim.

"Keuntungan didapat untuk member per slot dapat uang Rp 200 ribu," ungkap ibu berhijab tersebut.

Disinggung dari mana dapat ide membuat bisnis investasi itu, Putri mengaku awalnya ia hanya membuka arisan online namun makin maju sehingga membuka sendiri bisnis investasi.

"Ide tidak ada, kemarin kan dari arisan biasa kemudian berkembang jadi investasi ini," katanya tertunduk malu menyesali perbuatannya.

Atas perbuatannya itu, Putri akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. 

Baca juga: Orangtua Siswa Terima Surat Persetujuan Vaksin Anak, Wajib Tandatangan Pakai Materai Rp 10 Ribu

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved