Breaking News:

Berita Palembang

Dua Sosok Penting Golkar Sumsel Terjerat Hukum, Pengamat Unsri Ungkap Peluang di 2024

Pengamat politik dari Unsri Dr Ridho Taqwa ungkap Peluang Golkar Sumsel Menuju Kontestasi Pemilu 2024

TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF
Dr Ridho Taqwa ketika jadi narasumber pada Virtual Fest Tribun Sumsel- Sripo dengan tema Golkar Sumsel Menuju Kontestasi Pemilu 2024, yang dipandu Kepala Newsroom Tribun Sumsel- Sripo Hj L Wenny Ramdiastuti dan narasumber lainnya Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sumsel Bobby Rizaldi Adhityo, Kamis (6/1/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,-Meski sejumlah kadernya tersandung masalah hukum, sebagai partai sarat pengalaman, besar dan lama, partai Golong Karya (Golkar) dipastikan akan tetap bisa bersaing dalam Pemilu 2024 mendatang khususnya di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Hal ini diungkapkan pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri)  Dr Ridho Taqwa ketika jadi narasumber pada Virtual Fest Tribun Sumsel- Sripo dengan tema Golkar Sumsel Menuju Kontestasi Pemilu 2024, yang dipandu Kepala Newsroom Tribun Sumsel- Sripo Hj L Wenny Ramdiastuti dan narasumber lainnya Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sumsel Bobby Rizaldi Adhityo, Kamis (6/1/2021).

Menurut Ridho, selama perjalananya di era reformasi, partai Golkar terus menghadapi dinamika politik dan hukum, namun nyatanya partai berlambang pohon beringin tersebut masih diperingkat 3 besar secara nasional.

"Pengalaman partai Golkar sudah lama, meski tidak bisa menyamakan diera Orde Baru yang ada dipuncak. Tapi saya lihat sejak Reformasi, partai Golkar bisa melewati badai, jadi pengalaman kasus yang dihadapi di daerah, saya lihat punya kemampuan partai Golkar bisa bertahan dan diperhitungkan di Pemilu 2024 nanti," kata Ridho

Diterangkannya, kasus- kasus hukum yang menjerat kader Golkar beberapa bulan terakhir, nantinya akan redup sendiri. Kecuali ada yang lebih dahsyat yaitu mendekati pemilu 2024, ada kasus baru yang mengenai kader Golkar jelas akan berpengaruh.

"Tapi politik kita dinamis, dan semua isu timpang tindih mulai kasus hukum dan sebagainya akan hilang sendiri. Jadi saya rasa akan hilang dan bisa naik kembali saat persidangan, apalagi jika media sering memberitakan akan berpengaruh. Tetapi pemilu masih panjang, dan tidak berpengaruh secara signifikan bagi Golkar, karena partai Golkar adalah partai mapan dalam struktur dan memiliki figur, sehingga stabil," tuturnya.

Ia pun menyarankan bagi partai Golkar khususnya di Sumsel, dengan adanya dua tokoh Golkar Sumsel yang tersandung hukum (Alex Noerdin dan Dodi Reza), inilah momen bagi partai Golkar Sumsel untuk konsolidasi dan yang pasti ketua DPD Sumsel nanti (Bobby) punya startegis dengan cepat, untuk beradaptasi dengan lingkungan untuk kembali mendapat simpatik konsetuen atau masyarakat.

"Saya berharap, perlu diisi kegiatan sosial, bantu masyarakat lebih bagus dilakukan, bukan lebih menonjolkan ketua umumnya saja yang jadi figur selama ini, karena masyarakat bisa jadi jenuh," tuturnya.

Sementara, Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sumsel Bobby Rizaldi Adhityo menerangkan, selalu ketua Plt partai Golkar Sumsel, ia tak menampik jika saat ini dinamika politik di Partai Golkar sangat luar biasa, dimana sejumlah kadernya terjerat masalah hukum.

Meski begitu, ia menilai partai Golkar dengan infastruktur yang kuat sehingga partainya tak terpengaruh banyak akan adanya kasua yang menjerat sejumlah kader.

"Secara organisasi, dalam infastruktur partai Golkar sudah masif, dimana  80 persen kepengurusan tingkat kelurahan dan Desa terbentuk. Termasuk profil anggota DPRD Sumsel yang duduk memiliki perolehan suara signifikan pada pemilu 2019 lalu sehingga Golkar memiliki kursi terbanyak. Jadi secara organisasi memiliki kekuatan elektoral didaerah, dan dalam menghadapi pemilu 2024 kita sudah konsolidasi internal hingga kelurahan dan desa yang sudah 100 persen dan menjadikan Golkar tetap solid," tuturnya.

Dalam pemilu 2024 mendatang, partai Golkar Sumsel sendiri, tetap menargetkan menjadi pemenang pemilu legislatif dan tetap mempertahankan kursi ketua DPRD Sumsel kedepan.

"Memang target partai politik dengan perusahaan berbeda dimana perusahaan memiliki target laba sekian persen, sedangkan parpol persentase sama kursi di legislatif. Kita tidak bilang persentase berapa tapi yang pasti kita ingin menang disetiap kontestasi yang asa, karena kerja partai kalau tidak menang itu tidak benar dan gagal, jadi hasil akhirnya seperti sekolah harus lulus," tuturnya.

Baca juga: Termasuk Ketua DPRD, Bursa Pengganti Cik Ujang Sebagai Ketua Demokrat Lahat

Dilanjutkan Bobby, partainya saat ini belum berani menyampaikan siapa yang akan diusung partai Golkar dalam Pemilihan Gubernur nanti, melainkan akan fokus sukses di Pileg dan bisa mengusung Calon Presiden (Capres) dari kader internal partai Golkar sendiri yaitu Ketua umum partai Golkar Airlangga Hartarto.

"Yang jelas, Partai Golkar memiliko program partai secara nasional namun perlu diimplementasikan dengan kearifan lokal agar bisa masuk ke hati rakyat, dan kami mengenalkan Ketum kami (Airlangga) yang tidak perlu malu- malu dikenalkan ke masyarakat," pungkasnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved