Breaking News

Berita OKI

Harga Karet di Sumsel Pekan Terakhir Tahun 2021, Turun Dibandingkan Awal Desember

Harga jual komoditi tanaman karet di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan masih fluktuatif hingga pekan terakhir Desember 2021.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Ilustrasi petani karet di Sumsel : Harga karet Sumsel pekan terakhir tahun 2021. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Harga jual komoditi tanaman karet di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan masih fluktuatif hingga pekan terakhir bulan Desember 2021 ini.

Meskipun demikian, harga jual tersebut disambut baik oleh para kalangan petani.

Masyarakat pun berharap ditahun 2022 mendatang harga getah karet per satu kilogram bisa menembus Rp 15.000 rupiah. Untuk kadar karet kering (K3) kadar 50-60 persen atau mingguan.

"Kami para petani yang menggantungkan hidup dari usaha kebun karet berharap di tahun 2022 nanti harga karet lebih melambung dari tahun ini yang dikisaran harga sepuluh ribu perkilonya," kata Nawawi warga Desa Sumbusari, Kecamatan Mesuji Raya saat dibincangi, Senin (27/12/2021) siang.

Dengan pekerjaan yang telah digeluti beberapa tahun terakhir, Nawawi menyebutkan harga fluktuatif dan bertahan rata-rata 10.000-12.500 dalam 2 bulan terakhir.

"Untuk pekan pertama di bulan Desember harga jual cukup tinggi yaitu 12.300, tetapi kemarin (pekan terakhir Desember) harga jual turun lagi yaitu 11.000 perkilogram,"

Diceritakannya, rata - rata hasil yang diperoleh dari satu hektar kebun miliknya setiap satu minggu yakni sekitar satu kwintal '90-120 kilogram'. Jika dirata-rata penghasilan di atas 1 juta rupiah.

"Dengan hasil tersebut ya cukuplah untuk biaya sekolah anak dan membeli kebutuhan pokok. Semoga saja harga karet bisa naik lagi supaya ekonomi lebih membaik," bebernya.

"Sekarang kan lagi musim penghujan, jadi kualitas getah yang dihasilkan lebih sedikit. Belum lagi kalau hujan turun terus menerus sepanjang hari, maka saya tidak dapat menyadap atau memahat pohon karet," tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) OKI, Imlan Khairun melalui Kepala Bidang Penyuluhan Pengolahan dan Pemasaran, Zulkarnain menyampaikan data menjelang penutupan tahun harga karet masih stabil dan cenderung fluktuatif.

"Iya beberapa bulan terakhir harga karet di Sumsel tetap stabil. Contohnya untuk kadar 100 persen masih berkisar diangka Rp 20.000 perkilo," jelasnya melalui sambungan telepon.

Dilanjutkannya, informasi harga tersebut berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel.

"Data harga yang kami peroleh ditanggal (23/12/2021) lalu, untuk kadar 100 persen berada diangka Rp 20.592, lalu kadar 70 persen Rp 14.414, dan kadar 60 persen Rp 12.355, kemudian kadar 50 persen Rp 10.296 dan kadar terkecil 40 persen yakni Rp 8.237 per kilogram," jelasnya.

Dikatakan lebih lanjut, angka tersebut diprediksi masih akan meningkat awal tahun 2022 mendatang.

"Ya kemungkinan nantinya masih akan ada peningkatan harga walaupun tidak terlalu signifikan," pungkasnya.

Baca juga: Terus Kejar Herd Immunity, Hari Ini Capaian Vaksinasi di Banyuasin 63 Persen Lebih

Baca berita lainnya langsung dari google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved