Berita Palembang

Ujian Praktik SIM C di Palembang Lewati Tiga Tahap, Ini Alasan Ada Lintasan Zig-zag dan Angka 8

Di Polrestabes Palembang, ujian SIM C praktik di lapangan melalui tiga tahap yakni lintasan zig-zag, jalan sempit, dan jalan berputar seperti angka 8.

Tayang:
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN
Peserta ujian praktik SIM C Polrestabes Palembang, Senin (13/12/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -  Ujian praktik SIM C belakangan ini jadi perdebatan masyarakat setelah baru-baru ini viral muncul video perbandingan ujian praktek SIM C di negara lain dengan Indonesia.

Untuk di Polrestabes Palembang, setelah ujian teori ujian SIM C dilanjutkan ke praktik di lapangan melalui tiga tahap yakni lintasan zig-zag, jalan sempit, dan jalan yang berputar seperti angka 8.

Kanit Regident Sat Lantas Polrestabes Palembang Iptu Kurniawan mengatakan ada tiga tahap ujian praktik SIM C.

Pertama adalah jalanan zig-zag yang diberi cone di setiap sisi kiri dan kanannya, hal ini bertujuan untuk melatih keseimbangan dan kelincahan pengendara sepeda motor.

Selama ujian praktek membuat SIM pengendara tidak diperbolehkan menurunkan kaki di sepeda motor.

Ujian praktek SIM ditujukan untuk melatih keseimbangan dan kemahiran pengendara sepeda motor. Lintasan zig-zag hingga berputar seperti angka 8 saat praktik ujian SIM C dimaksudkan untuk melatih keseimbangan pengemudi kendaraan bermotor.

Menurutnya, SIM adalah penghargaan yang diberikan negara kepada warganya atas kompetensi yang dimiliki dalam mengemudikan kendaraan.

"Ini ditujukan melatih keseimbangan pengendara, jadi di lintasan zig-zag ini bisa menggambarkan situasi lalu lintas. Cone yang dipasang kita umpama sebagai kendaraan lain mobil/motor, " katanya saat sedang mendampingi salah seorang peserta ujian SIM, Senin (13/12/2021).

Pada tahap kedua praktek ujian SIM C akan dilanjutkan pada jalanan sempit yang diibaratkan seperti lorong kecil.

"Pengendara tidak boleh menyenggol cone, pada tahap kedua ini ibaratnya seperti lagi di lorong sempit. Di Palembang ini banyak lorong sempit jadi ini supaya pengemudi terbiasa ketika melintas di lorong, " jelasnya.

Lalu yang ketiga adalah lintasan yang berbentuk seperti angka 8, ia menjelaskan jika angka delapan ini dimaksudkan untuk melatih pengendara ketika hendak memutar arah di jalan raya.

Seringkali pengendara, ketika hendak memutar arah justru memutarnya terlalu jauh sehingga mengangetkan pengendara yang sedang melintas di jalan lurus.

Menurutnya ujian praktek SIM yang diterapkan sesuai dengan kondisi jalan dan lalu lintas yang ada di Palembang.

"Jadi ketiga lintasan yang ada disini menggambarkan kondisi jalan yang ada, " ungkapnya.

Pengendara dinyatakan lulus ketika berhasil melewati ketiga lintasan tersebut tanpa menyenggol cone atau kaki turun dari motor. Jika gagal ujian praktek akan diulang lagi satu minggu berikutnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved