Berita Nasional

Heboh Polisi Tendang dan Pukuli Pendemo Sampai Pingsan Saat Peringati Hari Anti Korupsi di Aceh

Seorang peserta demo peringatan Hari Anti Korupsi Dunia pingsan diduga ditendang dan dipukul aparat di Kabupaten Aceh Barat, Kamis (9/12/2021). 

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi polisi 

TRIBUNSUMSEL.COM - Aksi main pukul kembali dilakukan polisi terhadap rakyat.

Seorang peserta demo peringatan Hari Anti Korupsi Dunia pingsan diduga ditendang dan dipukul aparat di Kabupaten Aceh Barat, Kamis (9/12/2021). 

Peristiwa terjadi usai peserta aksi demo adu mulut dan saling dorong dengan petugas pengamanan dari Polres Aceh Barat. 

Akibatnya, peserta yang pingsan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSUD) Cut Nyakdhien Meulaboh untuk mendapatkan pertolongan medis.

Hal itu dipaparkan Ona, peserta aksi dari aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) kepada wartawan, Kamis (9/12/2021).

Sedangkan peserta demo yang pingsan tersebut bernama Deni (30). 

"Deni  diduga ditendang di bagian perut dan dihantam di kepala, sehingga ia seketika terjatuh dan pingsan. Sedangkan beberapa peserta aksi lain juga terjatuh didorong, ada yang mengalami luka memar di bagian tangan karena ditarik polisi," kata Ona.

Ona menceritakan, sebelumnya puluhan aktivis di Aceh Barat yang tergabung dalam aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) melakukan aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi dan HAM Sedunia yang berlangsung di depan Kantor DPRK setempat pada Kamis (9/12/2021) malam. 

"Tuntutannya menolak revisi UU PelemahanKPK, dan usut kasus korupsi di Aceh, tapi malah terjadi lagi pelanggaran HAM yang dilakukan aparat. Kemana kami harus mengadu karena pelakunya itu aparat penegak hukum?" kata Ona.

Artikel ini telah tayang di Kompas

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved