Berita Muratara
Pengaruhi Inflasi, Bupati Devi Suhartoni Minta Petani Muratara Serius Kembangkan Bawang Merah
Bupati Musi Rawas Utara, Devi Suhartoni mengatakan pengembangan bawang merah ini memang menjadi indikator karena bisa mempengaruhi inflasi.
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Para petani di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dimotivasi untuk memulai mengembangkan budidaya bawang merah.
Bila petani di daerah ini serius mengembangkan tanaman komoditi tersebut, maka Bank Indonesia bisa membantu.
"Bank Indonesia sangat konsen dengan bawang karena terkait inflasi. Kedepan kalau petani di sini (Muratara) serius, bisa dibantu," kata konsultan bawang, Rusli, Minggu (5/12/2021).
Rusli mengatakan budidaya bawang merah yang baru dimulai oleh petani di Desa Lesung Batu Muda Muratara sudah dilaporkannya ke Bank Indonesia dan Pemprov Sumsel.
Dia berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait juga serius mendampingi petani dalam mengembangkan budidaya bawang merah tersebut.
Menurut Rusli, keberhasilan budidaya bawang merah tergantung pada struktur tanah dan bahan organik, serta ketekunan petani itu sendiri.
"Dalam pengembangan bawang merah ini kita harus memilih lokasi yang benar-benar bagus, petaninya juga harus betul-betul serius," katanya.
Bupati Musi Rawas Utara, Devi Suhartoni mengatakan pengembangan bawang merah ini memang menjadi indikator karena bisa mempengaruhi inflasi.
Apalagi, kata dia, saat ini negara mengharapkan adanya pertumbuhan ekonomi dari pertanian.
Karena itu, Devi berharap budidaya bawang merah ini bisa dikembangkan di desa-desa lain tak hanya di Desa Lesung Batu Muda.
Dia meminta Dinas Pertanian dan Perikanan Muratara untuk serius memberikan perhatian kepada petani yang tekun.
"Cari lokasi yang bagus, ini mau serius kita kembangkan. Petaninya main-main tidak serius lebih baik tidak usah. Percuma kita bantu kalau petaninya tidak serius ya pasti gagal," ujar Devi.
Devi menyebut budidaya bawang merah yang sudah dimulai oleh petani di Desa Lesung Batu Muda tak ada sedikit pun bantuan anggaran dari pemerintah.
Petani mendapat bantuan dari salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit di wilayah itu.
"Perlu diketahui ini tidak ada satu rupiah pun pakai uang negara. Ini dananya bantuan dari PT AMR. Budidaya ini sudah berjalan tapi 40 persennya berhasil dan 60 persennya gagal," kata Devi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/bawang-merah-di-muratara.jpg)