Dugaan Pelecehan Unsri

Jialyka Maharani Siap Kawal Kasus Dugaan Pelecehan di Unsri, Sampaikan Langsung ke Mendikbudristek

Anggota DPD RI perwakilan Provinsi Sumatera Selatan, Jialyka Maharani menegaskan siap mengawal kasus dugaan pelecehan yang terjadi di Universitas Sriw

Instagram @jialyka.maharani
Anggota DPD RI perwakilan Provinsi Sumatera Selatan, Jialyka Maharani. 
TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Anggota DPD RI perwakilan Provinsi Sumatera Selatan, Jialyka Maharani menegaskan siap mengawal kasus dugaan pelecehan yang terjadi di Universitas Sriwijaya (Unsri). 
Senator termuda tersebut mengatakan akan menyampaikan dan mengawal langsung kasus ini ke Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim.
"Jika berita terkait adanya dugaan pelecehan seksual di kampus ternama tersebut terbukti benar, maka ini akan dikawal dan disampaikan langsung ke Mendikbudristek," kata Jialyka melalui rilis yang diterima TribunSumsel.com, Minggu (5/12/2021). 
Senator yang dianugerahi rekor MURI sebagai anggota DPD dan MPR RI termuda sepanjang sejarah tersebut juga mengaku telah mendengar korban dugaan pelecehan yang melapor Polda Sumatera Selatan, berjumlah lebih dari satu orang. 
Dugaan kasus pelecehan ini pun menjadi keprihatinan sendiri bagi senator yang kerap disapa Jia tersebut.
"Sungguh sangat ironi mengetahui kabar tersebut. Ini jelas sudah masuk kategori kejahatan yang luar biasa. Seharusnya pihak universitas yang paling pertama memberikan advokasi kepada korban untuk kasus tersebut. Jangan anggap enteng kasus ini," tegas Jialyka.
Lebih lanjut, senator yang juga merupakan aktivis perempuan ini mengatakan, saat ini negara sedang berjibaku dalam penanggulangan kasus kekerasan seksual. 
Hal tersebut dapat dilihat dari dikeluarkannya Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 yang merupakan salah satu langkah progresif untuk mencegah dan menanggulangi kekerasan seksual di Perguruan Tinggi.
Kemudian saat ini sedang dibahas RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) di DPR, serta atensi penuh dari aparat penegak hukum terhadap kasus kekerasan seksual.
"Semoga tidak ada cerita untuk menutupi kasus demi menjaga nama baik institusi kampus. Saya berharap jangan ada muatan tendensi apapun dalam penanganan kasus dengan memberikan ruang seterang-terangnya untuk penyelesaian kasus tersebut," tandas Jialyka.
Untuk diketahui, sejak awal dilantik sebagai anggota DPD dan MPR RI pada 2019 lalu, Jialyka Maharani merupakan salah satu senator yang konsisten dalam memperjuangkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. 
Terlebih, sejak pertama kali dikeluarkannya Permendikbudristek No 30 tahun 2021, Jialyka merupakan salah satu senator yang mendukung langkah progresif Kemendikbud dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan Perguruan Tinggi.
Sementara hingga saat ini, total ada empat mahasiswi Unsri yang melapor menjadi korban pelecehan seksual, baik secara fisik maupun verbal. 
Adapun terduga pelaku pelecehan seksual yang dilaporkan ke Polda Sumatera Selatan, yakni dua orang oknum dosen. 
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved