Breaking News:

Berita Pemprov Sumsel

Herman Deru: Program Sumsel Mandiri Pangan Jadi Salah Satu Upaya Cegah Stunting

Percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting di Sumsel telah tercantum dalam RPJMD Sumsel tahun 2019-2023

Humas Pemprov Sumsel
Gubernur Herman Deru membuka seminar nasional dengan tema “Penguatan peran serta mitra kerja dan stake holder dalam implementasi kegiatan prioritas pembangunan keluarga melalui sosial pencegahan stunting” di Grand Atyasa Convention Centre Palembang, Kamis (2/12/2021). 

TRIBUNSUMSEL, PALEMBANG – Gubernur Sumsel H Herman Deru mengajak berbagai kalangan untuk terus melakukan pencegahan stunting pada anak.

Hal itu disampaikannya ketika membuka seminar nasional dengan tema “Penguatan peran serta mitra kerja dan stake holder dalam implementasi kegiatan prioritas pembangunan keluarga melalui sosial pencegahan stunting” di Grand Atyasa Convention Centre Palembang, Kamis (2/12/2021).

Menurutnya, Pemprov Sumsel sejak awal telah komitmen melakukan percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting di Sumsel. Bahkan hal itu menjadi salah satu prioritas pembangunan yang tercantum dalam RPJMD Sumsel tahun 2019-2023.

“Untuk menggapai prioritas tersebut memang tidak mudah, namun bukan berarti hal itu tidak bisa dicapai. Untuk itu sinergitas harus terus dibangun, semua stake holder harus bergerak,” kata Herman Deru.

Dalam menggapai target tersebut, peran fatayat Nahdlatul Ulama (NU) juga sangat dibutuhkan. Hal itu mengingat peran fatayat NU sangat strategis dalam memberikan pemahaman dan membangkitkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya pencegahan stunting.

“Permasalahan stunting memang patut menjadi perhatian kita untuk segera dituntaskan. Di Sumsel sendiri, berbagai upaya telah dilakukan. Salah satu contoh pengaktifan Posyandu misalnya. Kita terus melengkapi berbagai peralatan di dalamnya agar masalah stunting ini dapat lebih dini diatasi,” paparnya.

Diketahui, Indonesia sendiri merupakan negara yang masuk dalam lima besar dunia terkait tingginya prevalensi anak stunting. Berdasarkan Studi Status Gizi Balita Indonesia, pada tahun 2019 prevalensi stunting nasional berada diangka 27,67 persen.

Sebab itu, pemerintah pusat menargetkan pada tahun 2024, prevalensi stunting dapat ditekan menjadi 14 persen. Target tersebut tentu bukan hal yang mustahil jika semua pihak terus bekerjasama dalam menurunkan angka stunting tersebut.

Sumsel sendiri saat ini tengah berupaya terus melakukan pencegahan stinting pada anak. Salah satunya melalui program Sumsel Mandiri Pangan. Dimana program tersebut untuk merupah pola fikir masyarakat yang saat ini hanya menjadi pembeli bisa menjadi produsen dalam menghasilkan kebutuhan pokok, minimal untuk dikonsumsi sendiri.

“Artinya, selain sebagai upaya untuk mensejahterakan masyarakat dengan menekan biaya hidup, program itu juga kita harapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperbaiki gizi keluarga melalui hasil budidayanya sendiri,” terangnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved