Breaking News:

Berita Muratara

60 Persen Anggaran Pemkab Muratara Sudah Terserap, OPD Mesti Lebih Cepat Ajukan Pencairan

60 persen lebih anggaran 2021 Pemkab Muratara telah terserap. BPKAD Muratara minta OPD segera ajukan pencarian

TRIBUNSUMSEL.COM/RAHMAT
Kantor Pemkab Muratara di Jalan Lintas Sumatera KM 3 Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Penyerapan anggaran Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) sudah mencapai 60 persen lebih.

Itu diungkapkan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Muratara, Duman Fachsyal. 

Dia mengatakan tahun anggaran 2021 ini tinggal sebulan lagi sehingga mereka mengharapkan setiap OPD bisa cepat mengajukan permintaan pencairan. 

"Alhamdulillah penyerapan terus meningkat, sudah 60 persen ke atas. Kita harapkan di bulan Desember ini sudah bisa terserap seluruhnya," kata Duman Fachsyal, Kamis (2/12/2021). 

Dia mengaku sudah mendengar pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang jengkel karena anggaran pemerintah daerah banyak menganggur di bank. 

Menurut Duman, anggaran tersebut bukan sengaja diendapkan, namun akan dicairkan atas permintaan dari realisasi kegiatan-kegiatan di masing-masing OPD.

"Bukan berarti kita sengaja mengendapkan uang itu, tidak. Dana yang masih ada di kas daerah itu tidak serta merta bisa kita keluarkan. Itu berdasarkan permintaan, realisasi dari kegiatan OPD," jelasnya. 

Duman tak bisa menyampaikan berapa anggaran Pemda Muratara yang belum terserap hingga awal Desember 2021 ini. 

Namun dia berharap hingga berakhir tahun ini semua anggaran terealisasi 100 persen.

"Insyaallah 100 persen sampai akhir tahun ini semuanya terealisasi. Untuk itu kita berharap kepada OPD bila pekerjaan yang sudah selesai agar segera mengajukan permintaan pencairan," ujarnya. 

Sebelumnya, dikutip dari Kompas.com, Presiden Jokowi jengkel karena anggaran pemerintah daerah (Pemda) justru makin banyak menganggur di bank, padahal tahun 2021 tinggal sebulan lagi.

Harusnya di akhir tahun, kata Jokowi, Pemda gencar menghabiskan anggaran untuk pembangunan daerahnya.

Baca juga: Muratara Paling Sedikit Dapat Medali Porprov Sumsel 2021, Bupati-KONI Bilang Begini

Berdasarkan laporan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Jokowi mengetahui dana Pemda di bank hingga akhir November 2021 mencapai Rp 226 triliun.

Padahal akhir Oktober 2021 lalu, anggarannya lebih kecil, yakni sekitar Rp 170 triliun.

"Saya dulu peringatkan di Oktober (karena ada anggaran menganggur) Rp 170 triliun. Ini naik menjadi Rp 226 triliun. Ini perlu saya ingatkan, uang kita sendiri saja tidak digunakan, kok ngejar orang lain untuk uangnya masuk. Logikanya enggak kena," kata Jokowi dalam Rakornas dan Anugerah Layanan Investasi 2021, Rabu (24/11/2021) lalu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved