Breaking News:

Berita Daerah

Reaksi Sri Mulyani Usai Presiden Jokowi Didesak Ketua MPR Untuk Memecatnya, Ditengah Isu Reshuffle

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Presiden Joko Widodo memberhentikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dari jabatannya.

Editor: Slamet Teguh
Tribunnews/Vincentius Jyestha
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati 

Laporan Reporter Kontan, Abdul Basith Bardan

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Isu reshuffle kabinet dipemerintahan Presiden Joko Widod (Jokowi) mulai berhembus.

Sejumlah menteri kini mulai disorot kinerja.

Bahkan yang terbaru, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Presiden Joko Widodo memberhentikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dari jabatannya.

Ia menilai sebagai perwakilan pemerintah, bendahara negara itu tak menghargai lembaga yang dipimpinnya.

Desakan agar Sri Mulyani mundur juga diutarakan oleh Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad karena Sri Mulyani kerap memotong anggaran MPR.

Padahal jumlah pimpinan DPR RI saat ini sebanyak sepuluh orang, bertambah dari sebelumnya hanya empat orang.

“Kami di MPR ini kan pimpinannya sepuluh orang, dulu cuma empat, kemudian sepuluh orang. Tapi anggaran MPR malah turun, turun terus,” kata Fadel, Selasa (30/11/2021).

Menanggapi pernyataan tersebut Menkeu Sri Mulyani angkat bicara.

Ia mengaku tidak menghadiri rapat bersama MPR RI pada 27 Juli 2021 karena bersamaan dengan rapat internal Menkeu bersama Presiden yang harus dihadiri.

Baca juga: PAN Tak Ingin Ketinggalan Gerbong, Ajukan Nama Calon Menteri, Jokowi Reshuffle Kabinet 8 Desember

Baca juga: Istana Angkat Bicara Soal Isu Reshuffle, Disebut Bakal Berlangsung Pada 8 Desember 2021

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved