Berita Palembang

Bank Indonesia Dorong 100 Persen Digitalisasi Pembayaran di Sumsel

Digitalisasi pembayaran saat ini menjadi bagian gaya hidup yang tidak terpisahkan karena pandemi ikut mendorong perubahan dan gaya hidup masyarakat.

Penulis: Hartati | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/HARTATI
Peresmian Festival Digital Kito Galo yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Arista Palembang, Rabu (1/12/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Digitalisasi pembayaran saat ini menjadi bagian gaya hidup yang tidak terpisahkan karena pandemi ikut mendorong perubahan dan gaya hidup masyarakat.

Digitalisasi pembayaran menggunakan QRIS kini semakin mudah dan cepat dan bisa dijumpai dimana saja dengan mudah baik di mall hingga pedangan gerobak pinggir jalan.

Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya meminta kepada pemerintah kabupaten kota di Sumsel agar mensosialisasikan pembayaran dan transaksi digital, khususnya kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) karena aman dan minim dari tindak kejahatan.

"Pembayaran digital cukup menggunakan handpone pada saat melakukan transaksi pembayaran jadi lebih aman," ujarnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel Hari Widodo mengatakan hingga kini penggunaan QRIS di Sumsel sudah mencapai 98,68 persen. Angka ini hampir sempurna dan dia berharap penghujung tahun ini angka ini bisa mencapai 100 persen.

"Alhamdulilah capaian pengguna QRIS di Sumsel sudah mendekati sempurna dan terus kita dorong agar penyebarannya merata di kabupaten kota di Sumsel," ujar Hari Widodo disela pembukaan festival Digital Kito Galo di Hotel Arista, Rabu (1/12/2021).

Hari membenarkan penyebaran penggunaan QRIS ini masih terpusat di Palembang yakni 60 persen dan sisanya digunakan di kabupatan kota yang dekat dengan Palembang seperti Banyuasin dan Ogan Ilir. Sisanya 3-4 persen merata digunakan di kabupaten kota lainnya di seluruh Sumsel.

Dari jumlah tersebut 90 persen QRIS digunakan oleh UMKM baik di pasar tradisional, pedagang makanan jalanan atau di gerobak pedagang dan juga merchand di mal.

Transaksi yang paling banyak digunakan yakni pembelian baik pembelian langsung maupun pembelian daring, Sisanya donasi dan keagamaan dan transaksi yang berhubungan dengan pemerintahan dan lainnya.

Hari mengatakan akan terus mendorong percepatan dan pemerataan digitalisasi dengan mengandeng semua stakeholder terkait baik perbankan, pemerintahan hingga UMKM dan kelompok lainnya.

Penerapan digitalisasi perbankan ini cepat, mudah, murah, aman dan handal. Penggunaan digitalisasi pembayaran ini membuat masyarakat tidak harus memiliki rekening karena bisa top up dana dari mana saja termasuk dari mini market.

Hal ini juga memudahkan masyarakat yang ada di desa atau pelosok daerah yang belum tersentuh layanan bank tetap bisa menggunakan pembayaran digital.

"Digitalisasi perbankan ke depannya memang mendorong agar bankable namun sebelum sampai kesana semua bisa memanfaatkan layanan ini asal di support oleh perangkat, sinyal memadai dan tentu saja saldo yang cukup untuk bertransaksi," tambah Hari.

Saat ini digitalisasi sudah bisa digunakan di 13 pasar tradisional di Palembang diantaranya pasar
Padang Selasa, Gubah, Bukit kecil, Sekip ujung, Soak bato, 10 Ulu dan Tangga buntung.

Disinggung soal resiko kehilangan dana karena tindakan cyber crime, Hari mengakui memang ada potensi cyber crime namun itu bisa dimitigasi dan dicegah karena untuk dihilangkan 100 persen tidak mungkin tapi bisa diminimalkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved