Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Mahasiswa STKIP Lubuklinggau Sudah 70 Persen Divaksin, Belajar Online Mulai Tak Efektif

Saat ini capaian vaksinasi dosis 1 dan dosis 2 mahasiswa STKIP PGRI Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) sudah mendekati angka 70 persen.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Ketua STKIP PGRI Lubuklinggau Rudi Erwandi mengungkapkan mahasiswa STKIP Lubuklinggau sudah 70 persen divaksin, belajar online mulai tak efektif. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Saat ini capaian vaksinasi dosis 1 dan dosis 2 mahasiswa STKIP PGRI Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) sudah mendekati angka 70 persen.

Ketua STKIP PGRI Lubuklinggau, Rudi Erwandi mengatakan karena sejak awal pihaknya telah menyiapkan aula dan minta kerjasama dengan Polres Lubuklinggau untuk melakukan vaksinasi masal untuk mahasiswa.

"Alhamdulillah dari 3.200 mahasiswa STKIP Lubuklinggau hanya 30 lagi yang belum divaksin, 70 persennya sudah di vaksin," kata Rudi pada wartawan, Minggu (28/11/2021).

Tingginya capaian vaksin saat ini karena sebagian mahasiswa yang sejak awal yang belum terdata melakukan vaksinasi mandiri dilingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

"Itulah kita sangat suport kebijakan Pemerintah Provinsi Sumsel untuk menyelenggarakan PTM 100 persen, karena mahasiswa rindu belajar dan capaian vaksinasi segera tercapai," ungkapnya.

Rudi menyampaikan sistem pembelajaran di STKIP Lubuklinggau saat ini masih 50 persen tatap muka dan 50 persen masih menggunakan sistem perkuliahan melalui dalam jaringan (daring).

Menurutnya selama pembelajaran daring dilaksanakan sejauh ini banyak tidak efektif, karena mahasiswa STKIP tidak hanya di Lubuklinggau dan ada juga yang tinggal di kabupaten Musi Rawas dan Musi Rawas Utara (Muratara).

"Otomatis sinyal juga terbatas, mereka mau mengerjakan tugas datang juga ke Lubuklinggau, akhirnya sistem online ini tidak efektif, seharusnya dari rumah tapi tidak ada sinyal," ungkapnya.

Bahkan, banyak mahasiswa nongkrong di kampus, ia mencontoh sejauh ini masyarakat lihat sendiri motor yang ada di dalam kampus saat ini kampus ini, sangat banyak karena sudah belajar di luar mulai tidak efektif lagi.

"Bisa dihitung berapa banyak mahasiswa di luar, kalau pun di luar mereka mengerjakan tugas, dari pada diam di kosan mereka pilih di kampus. Itulah kita ingin kuliah tatap muka ini kita sangat dukung," ujarnya.

Baca juga: Habis 2 Drum Sehari, Warga Buru Minyak Goreng Curah di Pasar Inpres Lubuklinggau

Baca berita lainnya langsung dari google news.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved