Breaking News:

Berita Muara Enim

Dirut PTBA Menangis Melihat Angka Kemiskinan di Lawang Kidul, Ini Solusi Bagi Masyarakat

Saya mengajak seluruh karyawan PTBA untuk berfikir dan lebih berempati dengan keadaan ini, ini adalah masyarakat yang ada di sekitar perusahaan

Editor: Wawan Perdana
PTBA
Peluncuran Program Pengentasan Kemiskinan yang diluncurkan PTBA, Sabtu (19/11/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM- Direktur Utama PT Bukit Asam, Suryo Eko Hadianto titikan air mata melihat angka kemiskinan yang ada di sekitar ring 1 PTBA, Kecamatan Lawan Kidul.

Hal tersebut tampak saat orang nomor satu di PT Bukit Asam tersebut menyampaikan paparan dalam peluncuran Program Pengentasan Kemiskinan yang diluncurkan PTBA, Sabtu (19/11/2021).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj Bupati Muaraenim, Nasrun Umar, Jajaran Direksi PTBA, unsur Forkopimda, Forkopimcam, kepala desa, lurah, BPD dan Forum RT RW se-Kecamatan Lawang Kidul.

Suryo Eko Hadianto mengatakan, PTBA di Tanjung Enim adalah bagian yang tak terpisahkan, di mana sejak tahun 1919 beroperasi dengan nama PN Taba.

"Sudah banyak batubara yang ditambang dari Tanjung Enim ini dibawa keseluruh Indonesia bahkan dunia, dan dirasakan manfaatnya oleh banyak orang. Tetapi sungguh sangat miris, berdasarkan data yang dihimpun kondisi demografi penduduk se-Kecamatan Lawang Kidul dengan total 19.821 Kepala Keluarga atau sekitar 70.090 orang, Dari data tersebut tercatat setidaknya lebih kurang 16.412 orang yang masuk dalam kategori pra sejahtera,"

"Saya terenyuh saat melihat angka ini, saya mengajak seluruh karyawan PTBA untuk berfikir dan lebih berempati dengan keadaan ini, ini adalah masyarakat yang ada di sekitar perusahaan," katanya.

Dari kondisi itulah lanjutnya akhirnya secara khusus pihaknya melakukan rapat bersama jajaran direksi lainnya terkait angka kemiskinan yang ada di kecamatan Lawang Kidul.

"Dan kita kemudian diskusikan dengan bapak Bupati, akhirnya kita bentuk tim untuk membentuk program ini," katanya.

Ia juga mengatakan untuk menyukseskan program pengentasan kemiskinan ini tentu membutuhkan dukungan semua pihak.

"Dan program ini meliputi 6 hal diantaranya kesehatan, pendidikan, sandang, pangan, papan dan pekerjaan," kata Suryo Eko.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved