Berita Banyuasin Bangkit

Dorong Pemerataan dan Pembangunan, Bupati Askolani : Kami Siap Bekerja Handal, Terampil dan Cerdas

Bupati Banyuasin Dr H Askolani siap mendorong kebijakan pemerataan dan pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi di wilayah

Editor: Sri Hidayatun
Dokumentasi
Bupati Banyuasin Dr H Askolani saat mengikuti pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan tahun 2026 dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumsel tahun 2027, Selasa (14/4/2026) kemarin. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Bupati Banyuasin Dr H Askolani siap mendorong kebijakan pemerataan dan pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi di wilayah Kabupaten Banyuasin.

Hal ini disampaikan orang nomor satu di Banyuasin, setelah mengikuti pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan tahun 2026 dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumsel tahun 2027.

"Kabupaten Banyuasin selalu siap akan instruksi Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto untuk bekerja dengan handal, terampil dan cerdas. Kami siap mendukung kebijakan pemerataan dan pembangunan di kawasan transmigrasi di wilayah Kabupaten Banyuasin," kata Askolani, Rabu (15/4/2026).

Lanjutnya, membangun Sumber Daya Manusia yang lebih kreatif, mendukung Program Asta Cita dan membangun sinergi sehingga terwujudnya pembangunan yang lebih merata, juga menjadi visi misi dirinya dan Wabub Netta Indian untuk wilayah Kabupaten Banyuasin.

Setelah mendengar penjelasan dari Staf Ahli Bidang Pemerataaan Pembangunan Regional Kementerian PPN/ Bappenas RI Tri Dewi Virgiyanti, bila tantangan global dan tantangan domestik yang akan dihadapi pada tahun 2027 meliputi ketidakpastian kebijakan perdagangan, dinamika ketegangan geopolitik dan geoekonomi harus ada antisipasi.

Baca juga: HUT ke 24 Kabupaten Banyuasin,Askolani : Evaluasi dan Refleksi Capaian Pembangunan yang Telah Diraih

Selain itu juga resiko utang global yang tinggi dan defisit fiskal, ketimpangan teknologi, perubahan iklim, meningkatnya utang publik, produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerja yang masih rendah, proses perizinan yang masih komplek, keuntungan ekspor komoditas bersifat rendah dan digitalisasi yang masih belum merata.

"Dari Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto juga menyatakan tujuan digelarnya Musrembang RKPD ini guna melakukan sinkronisasi, bersinergi, akselerasi rencana pembangunan daerah. Semua bekerjasama mulai dari pemerintah pusat, Gubernur, Walikota dan Bupati se-Sumsel untuk pemerataan pembangunan dapat berjalan selaras," kata Askolani pengulangi perkataan Wamendari. 

Baca berita lainnya di google news
 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved