Breaking News:

Berita Palembang

Dugaan Kasus Asusila Terhadap Mahasiswi Unsri Coreng Dunia Pendidikan, DPRD Sumsel Minta Dituntaskan

Buntut kasus dugaan pelecehan seksual terhadapa beberapa mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri), menjadi perhatian komisi V DPRD Sumsel.

TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF
Wakil ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Saiful Fadli menuturkan buntut kasus dugaan pelecehan seksual dialami mahasiswi Unsri, DPRD Sumsel mendorong kasus ini bisa segera dituntaskan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Buntut kasus dugaan pelecehan seksual terhadapa beberapa mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri), menjadi perhatian komisi V DPRD Sumsel. Sebab adanya dugaan kasus pelecehan seksual tersebut, bisa mencorengan dunia pendidikan.

"Dengan kejadian ini, sekali lagi ini mencoreng dunia pendidikan, apalagi terlebih lagi di Unsri yang merupakan kampus kebangaan masyarakat Sumsel," kata Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Saiful Padli, Jumat (19/11/2021).

Dijelaskan alumni Unsri ini, jelas adanya kejadian itu jika benar akan menjadi catatan bagi rektorat yang ada saat ini dan pihaknya berharap kasusnya segera tuntas.

"Kami dari DPRD Sumsel mendorong kasus ini bisa segera dituntaskan, dan dalam waktu dekat kami akan rapat internal komisi terkait hal tersebut, dan ada kemungkinan kami akan memanggil pihak rektorat Unsri terkait dengan kasus ini. Sehingga kedepan tidak terulang kembali, karena hal ini bisa mencoreng dunia pendidikan di Sumsel," tegas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Sebelumnya, belum tuntas perkara kasus asusila dugaan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi Unari yang viral sejak akhir September lalu.

Terbaru, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) Unsri menerima laporan baru dari dua orang mahasiswi yang diduga menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen.

"Kami mendapat laporan dugaan pelecehan dari dua orang mahasiswi Unsri," kata Presiden Mahasiswa (Presma) Unsri, Dwiki Sandy kepada wartawan, Kamis (18/11/2021).

Laporan tersebut, kata Dwiki, diterima melalui pesan langsung akun medsos BEM-KM Unsri pada 6 November lalu.

"BEM-KM Unsri melalui Menteri Pemberdayaan Perempuan sudah bertemu dengan dua orang mahasiswi tersebut," terang Dwiki.

Namun Dwiki tak bersedia membeberkan identitas kedua mahasiswi tersebut, termasuk jurusan dan fakultas yang bersangkutan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved