Berita Empat Lawang

Asal-usul Nama Empat Lawang, Ini Penjelasan Ketua Pembina Adat Sulton Bustari

Asal usul dari nama Empat Lawang sendiri menurut Ketua Pembina Adat Kabupaten Empat Lawang Sulton Bustari S.Pd.I

Tayang:
Penulis: Sahri Romadhon | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/SAHRI
Ketua Pembina Adat Kabupaten Empat Lawang Sulton Bustari S.Pd.I. 

TRIBUNSUMSEL.COM, EMPAT LAWANG - Empat Lawang merupakan sebuah kabupaten yang ada di Provinsi Sumatera Selatan, kabupaten dengan slogan Saling Keruani Sangi Kerawati ini terletak di barat daya Pulau Sumatera.

Secara geografis Kabupaten Empat Lawang di sebelah utara berbatasan langsung dengan Kabupaten Musi Rawas, Selatan Kabupaten Lahat, Barat Provinsi Bengkulu, serta Timur Kota Pagar Alam.

Adapun mengenai asal usul dari nama Empat Lawang sendiri menurut Ketua Pembina Adat Kabupaten Empat Lawang Sulton Bustari S.Pd.I mengatakan ada banyak versi, dimana antar versi tersebut dengan yang lainnya berbeda-beda. 

"Hal tersebut menimbulkan pertanyaan mana yang benar," Katanya.

Ia melanjutkan salah satu versi sejarah asal usul Empat Lawang yang ia yakini kebenarannya yakni berasal dari dokumen lama serta informasi atau cerita turun temurun dari keturunan pangeran yang berkuasa di Kabupaten Empat Lawang.

"Dokumen kuno yang memuat sejarah asal usul Lintang Empat Lawang disalin oleh Pangeran H Abu Bakar Bin H Yen, beliau lahir pada tahun 1854 dan meninggal tahun 1980. Ia merupakan pangeran ke 12 yang berkuasa di Empat Lawang setelah berdirinya kerajaan Sriwijaya," Katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan awalnya Kabupaten Empat Lawang namnya adalah Lintang Empat Lawang, akan tetapi karena alasan tertentu berubah menjadi Empat Lawang saja.

Dimana kata Lintang berasal dari kata lantang yang mempunyai arti tegas, kuat, berani dan sakti.

Kelantangan ini dimiliki oleh penjaga-penjaga lawang yang terdiri dari empat buah lawang di daerah Lintang.

"Sedangkan Lawang sendiri bermakna sebagai pintu, Jadi, empat lawang berarti empat pintu," Katanya.

Ia melanjutkan dari empat pintu tersebut dijaga oleh empat pendekar atau jagoan dimana pintu yang pertama ada Desa Tanjung Raya, Kecamatan Pendopo Barat, kedua ada di Desa Sawah, Kecamatan Muara Pinang, ketiga ada di Desa Lubuk Puding, Kecamatan Ulu Musi, dan ke empat ada di Desa Muara Danau, Kecamatan Lintang Kanan.

"Dimana ke empat lokasi tersebut dijaga oleh empat pemimpin, pahlawan atau jagoan, jadi empat lawang itu, empat pintu, dan empat jagoan," Jelasnya.

Baca juga: Daftar Makanan Khas Empat Lawang, Sebagian Mulai Jarang Ditemui

Empat jagoan tersebut yakni Muhammad Abdullah dengan julukan Jantan Mata Api, Sulaiman dengan nama panggilan Macan Kumbang, Betok Wajadi yang memiliki nama panggilan Jago Goreng alias Tokek, serta Suib Akbak dengan gelar Jalak Jambul.

"Menang ada versi mengenai asal usul nama Empat Lawang, akan tetapi jika kita kumpulkan akan ada titik temutemu, mrmang kadang namanya di beberapa titik tertentu namamya berbeda," Tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved