Berita Empat Lawang

Daftar Makanan Khas Empat Lawang, Sebagian Mulai Jarang Ditemui

Empat Lawang dihuni Suku Lintang, Suku Besemah, Suku Tebing, dan Suku Col. Terdapat banyak makanan Khas Empat Lawang Sebagian Mulai Jarang Ditemui

Penulis: Sahri Romadhon | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/SAHRI
Tapai ketan atau Tape Kemiri khas di Kabupaten Empat Lawang yang dibungkus dengan menggunalan daun kemiri (miling). 

TRIBUNSUMSEL.COM, EMPAT LAWANG - Empat Lawang merupakan sebuah Kabupaten yang ada di Provinsi Sumatera Selatan letaknya berbatasan langsung dengan Provinsi Bengkulu, Kabupaten Lahat dan Kabupaten Musi Rawas.

Kabupaten ini memiliki  slogan Saling Keruani Sangi Kerawati ini dihuni oleh beberapa suku seperti Suku Lintang, Suku Besemah, Suku Tebing, dan Suku Col.

Dimana dari masing-masing suku tersebut setidaknya ada enam buah bahasa yang digunakan oleh masyarakat Kabupaten Empat Lawang.

Masyarakat Kabupaten Empat Lawang tentu juga memiliki makanan khas setempat seperti lemang, kelicok, hingga gonjeng.

Kabupaten Empat Lawang mempunyai makanan atau camilan khas yang disebut kue Gonjeng.
Kabupaten Empat Lawang mempunyai makanan atau camilan khas yang disebut kue Gonjeng. (Tribun Sumsel/ Sahri Romadhon)

Ada beberapa makanan khas di Kabupaten Empat Lawang yang saat ini mulai jarang ditemui, 

Daftar Makanan Khas Empat Lawang Jarang Ditemui:

1. Tapai Daun Miling (Kemiri)

Tapai atau tape kemiri merupakan fermentasi yang dibuat dari beras ataupun beras ketan, biasanya panganan manis ini dibungkus dengan menggunkan daun pisang.

khusus di Empat Lawang menggunakan daun miling atau kemiri akan tetapi saat ini sudah mulai jarang ditemui.

2. Sagon

Panganan ini terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan gula, biasanya ada pada acara pernikahan akan tetapi saat inj agak jarang ditemui.

3. Lemang Bambu

Lemang Bambu makanan khas daerah Lintang makanan lemang sudah agak jarang ditemui.

Biasanya makanan ini sering dijumpai pada acara persedekahan sebelum acara puncak sebuah pernikahan.

4. Roti Dences

Disebut roti dences karena roti atau biskuit ini menggunakan kaleng bekas dences (sarden) sebagai cetakan.

Saat ini roti ini sudah tidak pernah ditemukan lagi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved