Berita Lubuklinggau
Viral Emak-emak di Lubuklinggau Datangi Sekolah Sambil Marah-marah, Ternyata Ini Sebabnya
Aksi emak-emak di Lubuklinggau mendatangi sekolah sambil marah-marah terjadi saat sekolah tengah melakukan vaksinasi dosis II.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Viral emak-emak di Lubuklinggau mendatangi sekolah sambil marah-marah. Orangtua dan wali siswa ini datang ke SMPN 04 Kota Lubuklinggau mendadak viral setelah keduanya marah-marah kepada pihak sekolah dan petugas medis yang sedang melakukan vaksinasi.
Aksi emak-emak ini tersebut memang terjadi saat sekolah tengah melakukan vaksinasi dosis II.
Berdasarkan informasi di lapangan kejadian bermula setelah seorang siswi tersebut pulang dari mengikuti program vaksinasi dosis II di sekolahnya.
Setelah pulang ke rumah siswi tersebut bercerita kepada ibunya bahwa telah mengikuti program vaksin di sekolahnya.
Mendengar cerita anaknya, ibu dari siswi tersebut bersama tante dan bibinya langsung mendatangi sekolah dan marah -marah kepada para guru dan petugas medis.
Bahkan karena tidak ditanggapi pihak sekolah dan petugas medis, orang tua siswi tersebut mengancam akan telanjang dihalaman sekolah.
Khawatir terjadi hal tak diinginkan pihak sekolah pun memanggil pihak kepolisian, setelah ditemui pihak kepolisian orang tua siswi tersebut baru pulang ke rumahnya.
Kepsek SMPN 4 Hj Erlinda MPd melalui Waka Kesiswaan Endang Setiawati saat dikonfirmasi membenarkan insiden adanya orang tua siswi marah-marah ke sekolah karena menolak anaknya divaksin.
"Kejadiannya sudah empat hari tepatnya Senin (18/10/2021) lalu, sekira pukul 04.00 WIB, hari Selasa besoknya sudah diselesaikan," kata Erlinda pada wartawan, Jumat (22/10/2021).
Ia menceritakan kejadian bermula saat sekolah selesai melaksanakan kegiatan literasi digital dan dilanjutkan pelaksanaan program vaksinasi tahap II.
"Anak yang orang tuanya marah-marah ini sudah vaksin tahap II, marah-marah kepada sekolah karena alasannya selesai vaksin anaknya sakit," ungkapnya.
Padahal menurutnya sebelum pelaksanaan vaksin dosis I kemarin anak tersebut sudah meminta tanda tangan persetujuan orang tua dan membawa kartu keluarga (KK).
"10 hari sebelum pelaksanaan vaksin para siswa dan siswi sudah diedukasi dan minta tanda tangan orang tua dan KK. Bahkan dari 800 siswa hanya 600 yang divaksin karena berbagai problem mulai dari sakit sampai umur belum cukup" ujarnya.
Ia pun heran, alasan orang tua itu marah-marah karena setelah divaksin anaknya sakit, padahal itu vaksin ke dua dan bukan vaksin yang pertama.
"Padahal sudah tanda tangan persetujuan orang tua, siap untuk vaksin dan membawa KK, kemarin kita tunjukan kepada dia (orang tua siswi)," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/foto-orang-tua-siswa-saat-mendatangi-smp-n-4-lubuklinggau-menolak-vaksin-senin-18102021-lalu.jpg)