Breaking News:

Berita Palembang

Fisip UIN Raden Fatah Buka Prodi Administrasi Publik Tahun 2022, Ini Kekhasan yang Ditawarkan

Fisip UIN Raden Fatah Palembang berencanamenambah satu Prodi baru Administrasi Publik. Tahun Akademi 2021/2023 sudah bisa menerima calon mahasiswa.

Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati
Tribun Sumsel/Vanda Rosetiati
Suasana Focus Group Discussion Pendirian Program Studi Administrasi Publik di Gedung Rafa Tower UIN Raden Fatah, Selasa (13/10/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang berencana untuk menambah satu Program Studi (Prodi) baru Administrasi Publik. Program studi ini akan melengkapi dua prodi sebelumnya yaitu Ilmu Politik dan Ilmu Komunikasi.

Rektor UIN Raden Fatah Palembang diwakili Wakil Rektor I UIN Dr M Adil menuturkan rencana pendirian prodi baru ini dilatarbelakangi tingginya minat calon mahasiswa untuk masuk UIN dari tahun ke tahun. Sebelum 2014 lalu, kata Adil, jumlah mahasiswa masih berkisar 8.000-an orang. Namun, sejak 2014 ke atas terus bertambah dan data terbaru di 2021 ini jumlah mahasiswa UIN mencapai lebih dari 22 ribu orang. Setiap tahun ada 12 ribu lebih pelamar yang ingin kuliah di UIN dengan daya tampung UIN berkisar 5.000.

Alasan lainnya adalah setelah bertranformasi menjadi UIN dari sebelumnya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah maka pengembangan ke depan lebih ke prodi umum.

"Berangkat dari sini maka salah satu yang memungkinkan dikembangkan adalah Fisip karena memang minat calon mahasiswa terhadap ilmu sosial dan ilmu politik ini cukup tinggi," kata Adil saat membuka Focus Group Discussion Pendirian Program Studi Administrasi Publik di Gedung Rafa Tower, Selasa (13/10/2021).

Namun, di sisi lain UIN juga masih kekurangan jumlah dosen. Saat ini ada 524 dosen di UIN, artinya jika rasio antara dosen dan mahasiswa 1 berbanding 30 maka UIN masih kekurangan sekitar 200-an dosen.

"Ini juga yang menjadi persoalan mendasar kita. Satu sisi banyak dosen yang pensiun sedangkan penerimaan dosen baru sedikit," katanya.

Dekan Fisip UIN Prof Dr H Izomiddin menambahkan setiap tahun sedikitnya ada 4.000 calon mahasiswa yang melamar ke Fisip UIN. Karena UIN rohnya adalah perguruan tinggi keagamaan maka di dalam penerapan perkuliahan di Fisip UIN diselipkan wawasan keislaman.

"Melalui diskusi kita menghimpun masukannya dari nasasumber juga mitra yang hadir. Selanjutnya akan ada workshop pendirian Prodi," kata Izomiddin, seraya menuturkan diharapkan Tahun Akademi 2021/2023 Prodi AP Fisip UIN Raden Fatah sudah bisa menerima calon mahasiswa baru.

Focus Group Discussion menghadirkan tiga nara sumber yaitu Dr Drs Ardyan Septawan MSi selaku Sekretris LP3MP Universitas Sriwijaya, Ketua Komite Penjaminan Mutu Diklat BPSDM Provisi Sumatera Selatan, Ketua DPP Indonesia Association For Adminitration (APA) juga Assesor BAN PT.

Dua pembicara lain adalah Dr Drs H Endang Adhy Muhtar MS, dosen Program Studi Adminitrasi Publik Fisip Universitas Padjadjaran Bandung dan Dr Hendri Koeswara, MSoc,Sc selaku Ketua Program Studi Adminitrasi Publik FISIP Universitas Andalas Padang. Kedua pembicara ini juga selaku Assesor BAN PT. Acara diskusi dipandu moderator Dr Kun Budianto yang sehari-hari menjabat Wakil Dekan III Fisip UIN Raden Fatah. Hadir juga mewakili Gubernur Sumsel, Asisten I Sekdaprov Sumsel Dr H Rosidin Hasan serta sejumlah tamu undangan terdiri dari akademisi juga mitra Fisip UIN Raden Fatah.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved