Breaking News:

Berita Pagaralam

Situs Megalitikum Rinduati Gumay Ulu Dirusak Orang Pakai Palu, Semua Kepala Arca Hilang

Balai Arkeolog Sumsel sampai saat ini tidak tahu pasti bentuk Situs Megalitikum Rinduati Kecamatan Gumay Ulu Lahat karena situs rusak.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/WAWAN SEPTIAWAN
Tampak situs megalitikum Desa Rinduati Kecamatan Gumay Ulu di jalur alternatif Lahat-Pagaralam yang kondisinya rusak akibat dirusak orang tak dikenal, Senin (11/10/2021). Semua kepala arca hilang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM - Balai Arkeolog Sumsel sampai saat ini tidak tahu pasti bentuk Situs Megalitikum Rinduati Kecamatan Gumay Ulu Lahat tepatnya di jalur alternatif Kota Pagaralam-Kabupaten Lahat. Pasalnya situs tersebut saat ini dalam kondisi rusak.

Bahkan hampir semua kepala situs berbentuk arca tersebut sudah tidak ada dan rusak. Bahkan bukan saja bagian kepala yang sudah tidak ada tetapi sebagian badan situs juga rusak karena diduga sengaja dirusak menggunakan palu.

Pantauan menyebutkan, saat ini kondisi situs tampak terjaga dan sering menjadi lokasi wisatawan yang ingin melihat peninggalan sejarah tersebut. Namun karena sudah rusak, banyak warga yang tidak tahu bentuk asli dari situs tersebut.

Baca juga: Tak Masuk Prioritas, Pengerjaan Tol Lubuklinggau-Bengkulu Tahun 2023, Dimulai Pembebasan Lahan

Perwakilan Balai Arkeologi Rivai mengatakan, bahwa situs megalitikum Rinduati tersebut ditemukan memang dalam kondisi rusak. Untuk itu pihak Balar sampai saat ini tidak tahu bentuk asli dari situs tersebut.

"Berdasarkan informasi yang kami dapat situs itu dirusak sekitar tahun 1985 lalu. Diduga situs ini dirusak oleh orang tidak dikenal (OTD) karena dianggap di dalam kepala situs tersebut terdapat harta karun," ujarnya.

Akibat dari tindakan OTD tersebut membuat pihak Balar sampai saat ini tidak tahu pasti bentuk dari situs bersejarah tersebut.

"Kita sampai saat ini tidak bisa tahu bentuk dari megalit itu. Karena sudah rusak mulai dari bagian kepala yang hilang hingga bagian tubuh yang rusak," katanya.

Melihat hal ini pihak Balar meminta masyarakat yang melihat atau menemukan situs megalitikum untuk segera melaporkan temuan mereka ke Balar.

"Dan jangan sampai merusak situs yang ada. Pasalnya tindakan tersebut bisa dipidanakan," tegasnya. (sp/one)

Baca berita lainnya langsung dari google news.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved