Breaking News:

Berita Palembang

Lama Tak Digunakan Meteran Jargas Bakal Dicabut, Termasuk Pelanggan Nunggak 3 Bulan Tagihan

PT SP2J akan menindak tegas pelanggan yang tidak membayar tagihan. Sanksi juga diberikan bagi pelanggan yang tidak menggunakan.

Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Vanda Rosetiati
Tribunsumsel.com
PT SP2J yang mengelola jaringan gas (Jargas) akan mencabut meteran di pelanggan yang tidak menggunakan jargas dan menunggak iuran. Gambar hanya ilustrasi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) yang mengelola jaringan gas (Jargas) terus menindak tegas pelanggan yang tidak membayar tagihan. Tak hanya itu, sanksi juga diberikan kepada pelanggan yang tidak menggunakannya.

Manager Unit Jargas PT SP2J, Ari Kordiansyah, mengatakan terkait dengan adanya pelanggan yang sudah terpasang kemudian tidak menggunakan, tentu kita diberikan peringatan dulu.

"Pasti ada ya yang seperti ini. Tapi ada alasannya ya karena bukan mereka tidak mau pakai, tapi biasanya rumahnya tidak ditinggali atau dikontrakkan, atau kemudian yang tidak bayar-bayar," katanya, Jumat (8/10/2021).

Tentunya, kata dia mereka juga selalu mengecek keadaan ini. Kalau sudah tak digunakan, atau mereka nunggak sampai 3 bulan.

"Maka ini dari kita melakukan pencabutan/dicabut meterannya," ujarnya.

Karena itu, jika pelanggan sudah dicabut maka ini kemudian akan dialihkan ke masyarakat lain yang lebih membutuhkan.

"Untuk pelanggan yang sampai kita cabut, setidaknya pada Agustus lalu saja kurang lebih ada 50 an pelanggan," katanya.

Karena kata dia, banyak orang yang menanti dan menginginkan jargas ini. Apalagi pelanggan daftar tunggu juga banyak dan pihaknya terus berupaya memenuhi ini.

"Hingga saat ini pelanggan jaringan gas bumi yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mencapai kurang lebih 29 ribu," ungkap dia.

Baca juga: Garda Terdepan di Gunung Dempo Selamatkan Pendaki, Anggota Brigade Dilatih Beri Bantuan Hidup Dasar

Namun, permasalahan tarif yang dinilai masyarakat mahal juga menjadi penyebab masyarakat enggan memakai ini.

"Kalau soal tarif yang dikeluhkan mahal, pada prinsipnya tarif ini sudah ditentukan sesuai standar," tutur dia.

Adanya jargas juga dimaksudkan agar masyarakat lebih mudah, aman dan tidak perlu lagi cari - cari atau tenteng gas.

"Kalau dikatakan mahal, tarif jargas sebenarnya sudah ditentukan HET nya oleh BPH Migas. Jadi untuk pelanggan R1 itu di Rp4.250 per m3, dan R2 Rp6.000 per m2," jelasnya. 

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved