Breaking News:

Menuju Herd Immunity

Dinyatakan Halal oleh MUI, Mengenal Vaksin Zifivax Asal China, Diklaim Mampu Melawan 4 Varian Baru

MUI nyatakan vaksin Zifivax halal dan suci. Vaksin Covid-19 Zifivax berdasarkan uji klinik menunjukan efikasi yang mampu melawan varian baru seperti A

Editor: Weni Wahyuny
(SHUTTERSTOCK/Orpheus FX)
Ilustrasi vaksin - Zifivax dinyatakan halal dan suci oleh MUI 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Vaksin Zifivax asal China dinyatakan halal dan suci oleh Majelis Ulama Indonesia.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh.

Asrosun menyatakan, vaksin Covid-19 produksi perusahaan China, Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical itu dinyatakan halal dan suci setelah dilakukan pengkajian dari aspek teknis dan syar'i oleh tim auditor MUI.

"Di dalam proses produksinya memenuhi standar halal dan juga tidak ditemukan penggunaan material yang haram dan najis," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor MUI, Jalan Proklamasi No.41, Menteng, Jakarta, Sabtu (9/10/2021).

Lebih lanjut, Asrorun menyebut, meski sudah dinyatakan halal dan suci, penggunaan Vaksin Zifivax boleh digunakan dengan syarat terjamin keamanannya berdasarkan keputusan lembaga yang kredibel dan kompeten.

"Ini menjadi penting karena kebolehan penggunaan vaksin ini terikat oleh aspek kethayyiban, aspek keamanan dan juga efikasi, selain safety juga efikasinya," tandasnya.

Sebelumnya, vaksin Covid-19 Zifivax berdasarkan uji klinik menunjukan efikasi yang mampu melawan varian baru seperti Alfa, Beta, Delta, maupun Gamma.

Hal itu disampaikan Kepala Badan POM RI Penny K. Lukito dalam konferensi pers virtual penerbitan izin penggunaan darurat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) pada vaksin tersebut, pada Kamis (7/10/2021).

Penny memaparkan, vaksin asal produsen vaksin produksi perusahaan Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical asal China ini menunjukkan eksistensi terhadap varian Alfa sebesar 92,93 persen, varian Gamma 100 persen, Delta 77,47 persen, serta Kappa 90 persen.

"Vaksin diberikan 3 kali suntikan secara intramuskular dengan interval pemberian 1 bulan dosis vaksin diberikan dalam setiap kali suntikan adalah 0,5 ml," ujar Penny.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved