Berita OKU Timur
Kadinkes OKU Timur Khawatir Ada Klaster, Camat Diminta Tegakkan Prokes di Hajatan
Kadinkes OKU Timur Zaenal Abidin mengkhawatirkan adanya klaster baru di tempat-tempat hajatan.
Penulis: Edo Pramadi | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA -Kabupaten OKU Timur sudah terbebas dari zona merah penyebaran Covid selama dua pekan lebih yakni 19 hari.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, hal itu tercatat sejak 20 September sampai dengan Jumat 8 Oktober 2021
Sedangkan pada hari ini dari 20 kecamatan yang tersebar di OKU Timur, delapan kecamatan berada di zona kuning, 11 kecamatan berada di zona hijau dan satu kecamatan saja masuk di zona orange.
Satu kecamatan tersebut yakni Kecamatan Belitang.
Meskipun demikian, Kadinkes OKU Timur Zaenal Abidin mengkhawatirkan adanya klaster baru di tempat-tempat hajatan.
"Kalau sekarang masih berlangsung hajatan itu tapi dalam aturan Protokol Kesehatan (Prokes). Pak camat dan jajaran harus memperhatikan selaku ketua gugus kecamatan, harus benar-benar kita atur," ujar Zaenal saat dikonfirmasi via sambungan telepon, Jumat (8/10/2021).
Ia menyampaikan bahwa langkah utama dalam mempertahankan wilayah agar terbebas dari zona merah ialah kembali pada penerapan Prokes dan didorong vaksinasi.
"Kemudian kita melaksanakan vaksinasi secara cepat agar masyarakat (OKU Timur) mendapatkan daya tahan tubuh yang kuat," bebernya.
Baca juga: Pemkab OKU Timur Rotasi Puluhan Pejabat, Camat Madang Suku II Jadi Kabid Disporapar
Sementara itu, untuk capaian vaksinasi di Bumi Sebiduk Sehaluan berdasarkan data terakhir pada Kamis (7/10/2021), sebanyak 103,570 masyarakat sudah mendapatkan dosis satu atau 23,9%.
Sedangkan 55,444 sudah divaksin dosis dua atau 12,8% dari total sasaran 494,728 masyarakat di OKU Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-oku-timur-zaenal-abidin.jpg)