Breaking News:

Berita OKU Selatan

Berawal Cekcok di Medsos, Dua Remaja di OKU Selatan Terlibat Duel Maut, 1 Tewas

Dua remaja terlibat duel maut di TKP belakang SD Negeri 07 Kecamatan Buay Rawan OKU Selatan. Duel itu dipicu cekcok di Media Sosial.

tribunsumsel.com/khoiril
Ilustrasi Perkelahian. Dua remaja terlibat duel maut di TKP belakang SD Negeri 07 Kecamatan Buay Rawan OKU Selatan. Satu Meninggal dunia ditusuk. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA--Berawal cekcok di Media Sosial (Medsos) remaja di Kecamatan Buay Rawan, OKU Selatan bunuh rekannya di belakang gedung sekolah hingga menimbulkan korban jiwa. 

Perkelahian maut itu bermula saat tersangka H (16) mengirim pesan suara (voice note) lewat pesan WhatsApp kepada  korban inisial A (17) untuk mengajak bertemu untuk berkelahi di TKP belakang SD Negeri 07 Kecamatan Buay Rawan.

"Payo nak temuan di mano peh dak usah cak -cak hebat kau kalau aku idak - idak, payo  payo sini (Ayo kalau mau bertemu, dimana ayo tidak usah sok hebat kamu, kalau saya tidak ya tidak, ayo sini),"ujar tersangka H.

Tak lama setelahnya korban menjawab pesan suara dengan merespon tantangan dari tersangka H dengan mengajak bertemu dilokasi kejadian belakang kantor sekolah.

"Sudahlah dak usah cak kantap idup kau to email kau itu masih ado, sini - sini aku di belakang Sd jangan cak kantap idup kau itu, (Sudah tidak usah sok hebat, kamu yang email kamu itu masih ada, sini-sini aku dibelakang SD jangan sok hebat hidupmu). jawabnya.

Berbalas chat pesan suara keduanya cekcok keduanya maskin memanas hingga pelaku mendatangi korban di lokasi dengan membawa senjata tajam jenis pisau. 

Seolah telah menahan kebencian tanpa basa-basi keduanya langsung bergulat, korban langsung mencekik leher tersangka hingga masuk kedalam parit hingga rekan korban dilokasi memisahkan perkelahian keduanya.

Saat dilerai, korban A melontarkan kembali  kata-kata kasar pada tersangka H, emosi korban mencabut sajam dipinggangnya dan kembali menyerang kali ini dengan menusuk bagian punggung korban hingga tersungkur ketanah. 

Setelahnya korban melarikan diri ke Kebun saudaranya, sebelum akhirnya menyerahkan diri ke Mapolres OKU Selatan

Kapolres OKU Selatan Kapolres AKBP AKBP Indra Arya Yudha, SH, SIK melalui Kasatreskrim AKP Acep Yuli Sahara SH telah mengamankan pelaku perihak kekerasan terhadap anak dibawah umur.

"Pelaku H (16) yang juga masih dibawah umur telah kita amankan perihal kekerasan dibawah umur,"kata Dia, Jumat (8/10).

Selain itu pihak kepolisian mengamankan barang bukti (BB) pakaian dan sajam milik tersangka.

"Kita juga mengamankan sebilah pisau sepanjang 30 cm milik tersangka, sehelai baju kaos, sehelai celana panjang dan sebuah handphone merek Samsung yang berisi bukti chatingan pelaku dan korban.

Baca juga: Sering Hujan Angin, Petani Kopi di OKU Selatan Cemas Hasil Panen Menurun

Mempertanggungjawabkan perbuatannnya tersangka H terancam hukuman pidana 10 tahun penjara. perihal kasus kekerasan terhadap anak yang menyebabkan meninggal dunia Sebagaimana dalam pasal 80 ayat 3 Junto pasal 76 C UU No 35 tahun 2014 ttg perubahan atas UU no 23 THN 2002 ttg perlindungan anak. (SP/ALAN)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved