Breaking News:

Berita OKU Selatan

Sering Hujan Angin, Petani Kopi di OKU Selatan Cemas Hasil Panen Menurun

Petani kopi asal Sindang Danau OKU Selatan juga menyampaikan kekhawatirannya,jika putik buah rontok akan berdampak pada hasil panen berkurang

SRIPOKU/ALAN
Petani sedang memanen Kopi di Wilayah Kecamatan Sungai Are, Kabupaten OKU Selatan 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA--Hujan yang kerap mengguyur  wilayah Kabupaten OKU Selatan menjadi kekhawatiran bagi para petani khususnya kopi. 

Sebab, pasca bulan Agustus lalu para petani sudah mengakhiri musim panen.

Kini pohon kopi tengah dalam fase bakal buah bunga dan pemutikan untuk panen yang diperkirakan pada bulan Februari-Maret tahun depan.

"Ya, khawatirnya itu, ke hasil panen kopi awal musim, di bulan april nanti. Hasil panen tidak maksimal," ungkap Evan, salah satu petani Kopi asal Kecamatan Sungai Are OKU Selatan, Kamis (7/10/2021).

Dikatakannya, memang saat ini tanam tumbuh pohon kopi sedang membutuhkan dukungan asupan air hujan untuk pertumbuhan buah.

Namun, jika melihat curah hujan yang tinggi disertai angin di awal bulan Oktober ini justru membuat para petani cemas. 

"Paling khawatir itu putik buah jadi rontok. Kalo rontok otomatis hasil panen kedepan berkurang," terangnya. 

Diterpa hujan terus menerus petani kopi saat ini, melakukan antisipasi agar tanaman putik buah dan bunga kopi tidak rotok saat diterpa curah hujan.

Salah satunya dengan memberikan, beberapa obat penguat buah pada pohon-pohon kopi.

Selain itu juga petani mulai pada melakukan pemupukan guna membuat tanaman kopi lebih subur, dan diharapkan memaksimalkan hasil panen.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved