Berita Internasional

Taliban Kini Mulai Berkonflik dengan ISIS-K, Rebutan Kekuasaan di Afghanistan

Taliban Kini Mulai Berkonflik dengan ISIS-K Rebutan Kekuasaan di Afghanistan

Editor: Slamet Teguh
AFP/BULENT KILIC
Anggota Taliban berkendara di penjara Pul-e-Charkhi di Kabul pada 16 September 2021. 

"Markas ISIS telah hancur, dengan seluruh penghuninya tewas, wujud kesuksesan operasi ini," kata Mujahid di Twitter.

Baca juga: Peraturan Hukum Versi Taliban di Afghanistan Kini Keras dan Ditakuti, Tapi Dampaknya Bebas Korup

Baca juga: Taliban Larang Pria di Afghanistan Cukur Jenggot, Alasannya Tak Sesuai Hukum Syariah

ISIS-K, atau ISIS-Khorasan, merupakan kelompok teroris yang terbentuk pada 2015, dan diyakini berjumlah 10.000 orang.

Huruf "K" merujuk kepada kawasan Khorasan Besar, daerah yang melingkupi Afghanistan, Tajikistan, dan Pakistan.

Mereka dipimpin oleh Shahab al-Muhajir, mantan pentolan Al-Qaeda, yang berkuasa pada April 2020 setelah pemimpin sebelumnya, Abdullah Orokzai, tertangkap.

Shahab al-Muhajir dikenal sebagai "Singa Perkotaan", karena piawai menanam bom bunuh diri dan strategi perang gerilya di kota-kota.

Mantan petinggi ISIS-K yang juga dalang di balik pengeboman Kabul, Abu Omar Khorasani. (ATFP via The Sun)
Beda ISIS-K dengan Taliban

 ISIS-Khorasan atau ISIS-K, secara historis adalah pecahan dari milisi Taliban.

Mereka berbelok dan membentuk cabang regional Pakistan-Afghanistan dan berjanji setia kepada ISIS.

Namun, ISIS-K gagal menguasai wilayah mana pun di kawasan Pakistan-Afghanistan.

Dilansir AFP, mereka mengalami kerugian besar akibat operasi militer pimpinan Taliban dan AS, dibantu para sekutu Barat.

Sebenarnya, kedua kelompok itu pada dasarnya adalah militan aliran Islam Sunni garis keras.

Namun, keduanya berbeda dalam hal-hal kecil, seperti agama dan strategi. Keduanya mengklaim sebagai yang paling benar dalam menegakkan hukum agama.

Perselisihan inilah yang menyebabkan pertempuran berdarah antara kedua kelompok ini.

Taliban muncul sebagai pemenang pada 2019, ketika ISIS-K gagal mengamankan wilayah seperti yang dilakukan kelompok induknya di Timur Tengah.

Sebagai tanda permusuhan antara dua kelompok militan ini, ISIS menyebut Taliban sebagai murtad.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved