Berita Palembang

Hujan Deras dan Air Sungai Musi Pasang, Serang Speedboat Pilih Bersandar, Tak Ingin Ambil Risiko

Pasca hujan deras yang mengguyur kota Palembang selama beberapa menit sore ini, Rabu (29/9/2021) membuat permukaan air Sungai Musi naik.

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN
Sopir speedboat menyandarkan kapalnya di dermaga 16 Ilir sesaat setelah hujan deras mengguyur Palembang sore hari tadi, Rabu (29/9/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pasca hujan deras yang mengguyur kota Palembang selama beberapa menit sore ini, Rabu (29/9/2021) membuat permukaan air Sungai Musi naik.

Pantauan di Dermaga 16 Ilir, permukaan air Sungai Musi mengalami pasang, terlihat dari tiang-tiang penyangga di Dermaga air lebih tinggi dibandingkan biasanya.

Aktivitas di Dermaga 16 Ilir tampak sejumlah sopir atau serang speedboat, masih menyandarkan kapalnya masing-masing selagi menunggu hujan reda.

Budi (44) salah satu sopir speedboat yang dijumpai mengungkapkan, ketika hujan dan air sungai pasang biasanya sopir lebih memilih beristirahat sejenak dan tidak menjalankan speedboat.

Sopir yang mengantar penumpang tujuan Sungai Baung, Kabupaten OKI ini lebih memilih jalur kondisi cuaca aman.

"Setop dulu soalnya, ganggu penglihatan kalau lagi hujan besar resikonya. Walaupun tidak kebasahan di dalam kapal, resikonya besar kalau jalan tidak terlihat, belum lagi gelombang dan angin, " ungkap Budi.

Dia menambahkan, setelah hujan deras biasanya ia akan menemukan tumbuhan eceng gondok atau kayu di perjalanan.

Jika sudah seperti itu, ia hanya lebih berhati-hati dalam membawa kapal speedboat.

"Kalau sudah seperti ini kondisinya, ketika mulai jalan kadang ketemu tumbuhan, sampah dan kayu-kayu kecil yang terbawa arus sungai waktu jalan, " tambahnya.

Sopir speedboat lain, Yusuf (42) mengatakan jika hujan dan kondisi air sungai naik. Setop dan mencari tempat berteduh sementara.

Setelah hujan deras air sungai semakin naik, yang membuat dirinya sedikit berhati-hati kalau melintasi Sungai Musi.

"Bahaya mas kalau tetap terus jalan ketika lagi hujan deras, susah melihat jalan. Air pasang ya tidak masalah, kalau ketemu kayu atau sampah dihindari saja, " katanya.

Baca juga: Mengenal Doktor Erwan, Penggiat Budaya Asal OKU Timur, Tak Potong Rambut Hingga Ada Jurusan Seni

Sementara salah satu pedagang di sekitar dermaga, Rosida (40) mengatakan kondisi permukaan air sungai yang naik tidak pernah mengganggu aktivitas dermaga.

"Sejauh yang terlihat, kalau airnya naik tidak ganggu aktivitas dermaga, setiap sore memang sering pasang, " ujarnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved