Akibat Hujan Deras Tiga Hari Terakhir, Jalan Penghubung di Lubuklinggau Amblas
Intensitas hujan yang semakin meningkat sepekan terakhir di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) membuat rawan
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Prawira Maulana
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Intensitas hujan yang semakin meningkat sepekan terakhir di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) membuat rawan terjadi bencana banjir dan longsor.
Setelah banjir bandang melanda Kota Lubuklinggau, Minggu (26/9/2021) pagi dan merendam puluhan rumah serta merusak dua jembatan.
Kali ini, bencana Jalan ambles terjadi di Jalan Cekdam RT 08 Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.
Akibatnya akses satu-satunya warga dari Kelurahan Sukajadi menuju Jalan Poros Lingkar Selatan Kecamatan Lubuklinggau Barat ini nyaris tak bisa dilalui.
Pantauan Tribunsumsel.com, di lapangan akses Jalan Poros ini ambles hampir memakan separu badan jalan, kendaraan yang bisa melintas hanya kendaraan roda dua.
Sebagai antisipasi kecelakaan, warga setempat telah memasang rambu-rambu peringatan agar warga yang melintas untuk berhati-hati.
Syamsul warga RT 07 Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Lubuklinggau Barat I menyampaikan Jalan penghubung tersebut ambles Selasa (28/9/2021) sore kemarin.
"Amblesnya kemarin tapi untuk retak-retaknya memang sudah sejak lama," ungkap Syamsul pada Tribunsumsel.com.
Menurutnya jalan tersebut ambles karena curah hujan yang cukup tinggi tiga hari terakhir, sehingga membuat gorong-gorong yang dibawahnya terkikis dan jebol karena tidak kuat menahan derasnya debit air.
"Akhirnya gorong-gorongnya jebol tanah diatasnya ambles, jalannya pun putus separu," ungkapnya.
Ia pun berharap jalan itu cepat diperbaiki mengingat jalan itu merupakan akses satu-satunya dan kerap digunakan warga untuk melintas ke jalan poros.
"Kita khawatir dan was-was karena itu jalan yang ramai dilalui, ditambah sepanjang jalan ini gelap gulita tidak ada penerangan sama sekali," ujarnya.
Kepala DPKPB Kota Lubuklinggau, Lutfi
Menurutnya bencana banjir yang terjadi di Lubuklinggau saat ini karena tumpukan sampah yang tidak tertampung lagi oleh aliran sungai sehingga berdampak banjir.
"Lokasi yang selama ini rawan yakni Karya Bakti, Wira Karya, Talang Muara Enim, Dempo, Air Kuti dan Temam, dan sepanjang aliran Sungai Kelingi," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/warga-melintas-saat-melintas-dijalan-ambles4634636.jpg)