Cerita Khas Palembang

Melihat Konsep Acara Penikahan Adat Palembang, Setiap Tahapan Mengandung Pengharapan dan Doa

Suasana dan makna religi sangat kental dalam prosesi pernikahan Palembang. Hampir di setiap tahapan mengandung pengharapan dan doa

Editor: Wawan Perdana
YouTube Alditaher TV
Foto Ilustrasi : Aldi Taher dan Salsabillih menikah dengan konsep adat Palembang pada tahun 2020 kemarin 

TRIBUNSUMSEL.COM-Ria Ricis dan Teuku Ryan rencananya akan menggunakan konsep pernikahan adat Palembang. Konsep pernikahan adat Palembang punya ciri khas tersendiri.

Sebelum Ria Ricis dan Teuku Ryan, beberapa selebriti di Indonesia juga menggunakan konsep adat Palembang dalam pernikahannya. Di antaranya Arumi Bachsin-Emil Dardak, Anisa Aziza-Raditya Dika, Ibay Yudhoyono-Aliya Rajasa.

Shandy Putri, kakak kedua Ria Ricis yang berprofesi sebagai dokter membocorkan tema pernikahan sang adik, Ria Ricis dengan Teuku Ryan.

Ia mengatakan, kemungkinan ada tema adat Palembang atau Aceh yang akan dipakai.

"Kita dari keturunan ibu dari Palembang, Sumatera Selatan, mungkin ada mengarah ke situ. Bang TR (Teuku Ryan) Aceh, memang ada rencana ke situ," ujar Shandy.

Selain Palembang dan Aceh, Shandy mengatakan keluarga besarnya juga membicarakan adat Jawa, diambil dari adat sang ayah.

Baca juga: Biodata Profil Ria Ricis Lengkap, Nama Asli, Tanggal Lahir, Subscriber YouTube, Perjalanan Karier

Konsep Nikah Palembang

Adat pernikahan Palembang punya ciri khas tersendiri yang tak kalah uniknya dari daerah lain di Indonesia.

Ritual pernikahan tradisi kesultanan masih kuat menempel dalam keluarga Palembang.

Zainal Arifin, penerus tradisi Songket Palembang, mengaku masih mempertahankan prosesi pernikahan khas Palembang di bawah arahannya.

Pemilik brand ZainalSongket ini memberikan jasa perencana pernikahan (wedding organizer) khas Palembang.

Pilihannya bisa adat tradisi utuh termasuk busana pengantin, atau modifikasi dengan memberikan pilihan gaun pengantin yang lebih modern.

"Tata cara pernikahan pada umumnya masih menggunakan adat tradisi secara utuh," papar Zainal kepada Kompas Female.

Zainal mengakui, prosesi sesuai adat-istiadat keluarga besar kesultanan Palembang membutuhkan minimal tiga hari, bahkan hingga dua minggu untuk pelaksanaannya.

"Faktor waktu juga yang membuat banyak orang mempertimbangkan kembali untuk mengikuti prosesi sesuai adat-istiadat. Namun tak sedikit juga yang masih mempertahankan tradisi dan menyesuaikan dengan kebutuhan, misalkan jika pelaksanaan pernikahannya di gedung," Zainal menjelaskan.

Halaman
123
Sumber: Kompas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved