Breaking News:

Seorang Nenek Berambut Pirang di Kota Lubuklinggau Jadi Pengedar Sabu-sabu

Irma Suryani seorang nenek di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) hanya bisa tertunduk lesu

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Prawira Maulana
Seorang Nenek Berambut Pirang di Kota Lubuklinggau Jadi Pengedar Sabu-sabu
DOKUMEN POLISI
Tersangka Nenek Irma Suryani saat ditahan di Polres Lubuklinggau. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Irma Suryani seorang nenek di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) hanya bisa tertunduk lesu ditangkap petugas Sat Narkoba Polres Lubuklinggau.

Nenek berusia 50 tahun ini ditangkap, Jumat (17/9/2021) lalu sekitar pukul 21.00 WIB di rumah kontrakannya Jalan Padat Karya RT.2 Kelurahan Tanah Periuk Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Dari tangan warga RT. 01 Kelurahan Lubuk Kupang Kecamatan Lubuklinggau Selatan I ini Polisi mengamankan barang bukti empat paket sabu seberat 1,16 gram.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono melalui Kasat Narkoba, AKP Sopian Hadi mengatakan setelah mendapatkan informasi, bahwa tersangka adalah pengedar langsung dilakukan penggerebekan.

“Saat dilakukan penangkapan dan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa empat paket sabu, yang disimpan di dalam wadah plastik dengan tutup warna hijau,” ungkap Sopian pada Tribunsumsel.com, Senin (20/9/2021).

Saat diintrogasi Polisi nenek berambut pirang ini mengaku sabu yang ia jual  didapat dari seorang bandar asal Kepala Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

"Saat ini tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Polres Lubuklinggau untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

Ia juga menyampaikan, bila Satnarkoba Polres Lubuklinggau juga menangkap Ali Sodikin alias Dikin (41 tahun) warga Jalan Kayu Merbau Blok P2 RT.07 Kelurahan Taba Lestari Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Pria berusia 41 tahun ini tertangkap setelah masuk jebakan polisi yang berpura-pura menjadi pembeli, Kamis (16/9/2021) lalu dirumahnya.

"Dari Dikin kita mengamankan dua bungkus plastik klip diduga sabu, seberat 1,02 gram. Yang ditemukan di dalam kaleng bekas rokok gudang garam serta ponsel Vivo," ungkapnya.

Ia menjelaskan, penangkapan bermula  berdasarkan informasi masyarakat bahwa rumah Dikin sering dijadikan tempat mengedarkan sabu.

“Selanjutnya dilakukan pemancingan untuk pembelian sabu. Tersangka mau melakukan transaksi, kemudian langsung ditangkap,” ujarnya.

Kemudian dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa dua paket sabu di dalam kaleng bekas rokok Gudang Garam. "Tersangka mengakui mendapatkan sabu tersebut dari orang yang bernama DM," tambahnya. (Joy) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved