Breaking News:

Berita Muratara

Masyarakat Muratara Diminta Tidak Hilangkan Budaya Bertani, Pemerintah Siap Bantu Petani

Masyarakat Kabupaten Muratara diminta tidak menghilangkan budaya bertani. Hal itu sebagai bentuk dukungan program swasembada pangan.

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RAHMAT AIZULLAH
Salah seorang petani sedang merawat tanaman padinya di Desa Remban, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) diminta tidak menghilangkan budaya bertani.

Hal itu sebagai bentuk dukungan program swasembada pangan yang digalakkan pemerintah daerah setempat.

"Bapak bupati dan wakil bupati kita menginginkan agar masyarakatnya tidak meninggalkan kebiasaan bertani," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Muratara, Suhardiman, Kamis (16/9/2021).

Menurut dia, dengan bertani dapat meningkatkan perekonomian masyarakat petani itu sendiri.

Selain itu, semangat dan ketekunan dalam bertani juga merupakan bentuk dukungan terhadap program Presiden Joko Widodo dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Suhardiman mengaku senang saat melihat semangat para petani untuk membudayakan kembali kebiasaan bertani.

"Alhamdulillah, dengan kita dorongkan terus masyarakat kita sudah semangat lagi untuk bertani," katanya.

Dia meyakini bila masyarakat sudah banyak yang bertani, maka kedepannya tidak ada lagi masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan.

Baca juga: Alex Noerdin Tersangka Dugaan Korupsi PDPDE, Berikut Rekam Jejak Mantan Gubernur Sumsel 2 Periode

Suhardiman menyatakan pemerintah daerah siap memberikan bantuan kepada petani, terutama sarana prasarana produksi pertanian.

Namun yang terpenting, katanya, masyarakat harus punya semangat terlebih dahulu untuk berbuat.

Dengan begitu, pemerintah pastinya akan memberikan apa yang dibutuhkan masyarakatnya.

"Kalau kita punya semangat ingin bertani, pemerintah tentu akan memberi bantuan. Seperti bantuan bibit, traktor, pupuk dan lain-lain," ujarnya.

Perlu diingatkan, lanjut Suhardiman, pemerintah tidak bisa memberikan bantuan secara pribadi, melainkan harus melalui kelompok tani.

"Silahkan buat kelompok tani, misalkan terdiri dari 20 anggota. Nanti melalui kelompok itulah minta bantuannya," terang dia.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved