Berita Internasional

Taliban Marah ke AS Usai Setop Bantuan ke Afghanistan 'Dibantu Evakuasi, Aset Kami Malah Dibekukan'

Taliban Marah ke AS Usai Setop Bantuan ke Afghanistan 'Dibantu Evakuasi, Aset Kami Malah Dibekukan'

Editor: Slamet Teguh
via Sky News
Amir Khan Muttaqi di tahun 2001 

Dalam konferensi PBB, Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa "tidak mungkin" memberikan bantuan kepada Afghanistan tanpa terlibat dengan Taliban.

"Saya percaya sangat penting untuk terlibat dengan Taliban pada saat ini untuk semua aspek yang menyangkut komunitas internasional," katanya.

Guterres mengaku percaya bantuan itu akan digunakan sebagai pengaruh ke Taliban untuk mencapai perbaikan hak asasi manusia, di tengah kekhawatiran aturan brutal militan ini seperti di tahun 1996 hingga 2001.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell pada Selasa mengatakan Uni Eropa "tidak memiliki pilihan lain selain terlibat dengan Taliban".

Muttaqi mendesak negara-negara di seluruh dunia untuk membuka hubungan formal dengan pemerintah yang dipimpin Taliban.

"Keamanan dijaga di seluruh negeri," katanya, menekankan bahwa Afghanistan terbuka untuk investasi asing.

Muttaqi juga mengatakan pemerintah tidak akan membiarkan Afghanistan digunakan sebagai basis kelompok bersenjata untuk melancarkan serangan ke negara lain.

Lebih lanjut, pejabat tinggi Taliban ini juga memberikan jaminan bahwa semua warga Afghanistan bebas meninggalkan negara itu jika mereka memiliki dokumen yang diperlukan.

Terlepas dari kritiknya terhadap Washington, yang dia tuduh menghancurkan properti Afghanistan, termasuk di Bandara Internasional Hamid Karzai, Muttaqi mengungkapkan rasa terima kasih Taliban kepada sejumlah negara.

Negara yang dimaksud yakni Qatar, Pakistan, dan Uzbekistan.

Ketiga negara ini telah mengirimkan bantuan kepada Afghanistan.

Dia berjanji untuk mendistribusikan bantuan secara merata kepada seluruh masyarakat.

Taliban mengambil alih Afghanistan bulan lalu dan merebut Kabul pada 15 Agustus, saat Presiden Ashraf Ghani melarikan diri.

Perebutan itu bertepatan dengan proses penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved