Breaking News:

Berita Internasional

Taliban Marah ke AS Usai Setop Bantuan ke Afghanistan 'Dibantu Evakuasi, Aset Kami Malah Dibekukan'

Taliban Marah ke AS Usai Setop Bantuan ke Afghanistan 'Dibantu Evakuasi, Aset Kami Malah Dibekukan'

Editor: Slamet Teguh
via Sky News
Amir Khan Muttaqi di tahun 2001 

Minta Semua Negara Akui Pemerintahan Taliban

Sejak menguasai Afghanistan kembali, belum ada pemerintahan luar negeri yang secara resmi mengakui pemerintahan Afghanistan di bawah Taliban.

Hal ini dapat membahayakan ekonomi Afghanistan yang bergantung kepada bantuan asing selama 20 tahun terakhir ini.

Menurut Bank Dunia, bantuan asing mencapai sekitar 40% dari produk domestik bruto Afghanistan.

Dalam konferensi PBB, Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa "tidak mungkin" memberikan bantuan kepada Afghanistan tanpa terlibat dengan Taliban.

"Saya percaya sangat penting untuk terlibat dengan Taliban pada saat ini untuk semua aspek yang menyangkut komunitas internasional," katanya.

Guterres mengaku percaya bantuan itu akan digunakan sebagai pengaruh ke Taliban untuk mencapai perbaikan hak asasi manusia, di tengah kekhawatiran aturan brutal militan ini seperti di tahun 1996 hingga 2001.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell pada Selasa mengatakan Uni Eropa "tidak memiliki pilihan lain selain terlibat dengan Taliban".

Muttaqi mendesak negara-negara di seluruh dunia untuk membuka hubungan formal dengan pemerintah yang dipimpin Taliban.

"Keamanan dijaga di seluruh negeri," katanya, menekankan bahwa Afghanistan terbuka untuk investasi asing.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved