Breaking News:

Berita Palembang

Peserta Khitan Massal dan Donor Darah Wajib Prokes, Baksos Satu Amal Indonesia di Masa Pandemi Covid

Satu Amal Indonesia, Lembaga Sosial  Kemanusiaan dan Pemberdayaanmelaksanakan kegiatan bakti sosial Indonesian Health Contribution Project.

Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati
DOKUMENTASI SATU AMAL INDONESIA
Peserta khitanan massal dan donor darah juga panita wajib terapkan Prokes pada kegiatan Indonesian Health Contribution Project di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) 2 Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Minggu (12/9/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Satu Amal Indonesia, Lembaga Sosial  Kemanusiaan dan Pemberdayaan di tanah air melaksanakan kegiatan bakti sosial  Indonesian Health Contribution Project di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) 2 Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang.

Kegiatan bakti sosial ini adalah yang kesekian kalinya diadakan organisasi relawan tersebut terhadap kesehatan masyarakat terutama di masa Pandemi Covid-19.

Ketua Satu Amal Indonesia Bahrul Arkani Arifin menyampaikan sosialisasi mengenai Covid-19 juga penanggulangannya berikut protokol kesehatan senantiasa disampaikan pada setiap kegiatan amal.

Khusus kegiatan Indonesian Health Contribution Project Minggu (12/9/2021)  hanya sehari. Pelaksanaannya berkolaborasi dengan mahasiswa bidang kesehatan dari berbagai kampus perguruan tinggi di Sumatra Selatan yaitu Poltekkes Kemenkes Palembang, Stikesmas Abdi Nusa, Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Kader Bangsa serta Universitas Sriwijaya.

"Kegiatan Indonesian Health Contribution Project ini kita laksanakan sebagai bentuk sumbangsih karya untuk Indonesia serta memberikan kebermanfaatan yang besar bagi masyarakat urban di pinggiran kota khususnya di masa pandemi," kata Bahrul didampingi relawan Satu Amal Yuniar Putri Utami.

Ada empat rangkaian kegiatan yang dilaksanakan yaitu khitanan bagi anak anak Sekolah Pinggiran Sriwijaya dan dhuafa di daerah sekitar lokasi bakti sosial.

Layanan kesehatan masyarakat berupa cek tensi, cek gula darah serta kolesterol.

Kemudian juga ada cek golongan darah bagi anak anak Sekolah Pinggiran Sriwijaya dan ada giat donor darah yang berkolaborasi bersama PMI Provinsi Sumatra Selatan yang dihadiri langsung oleh dr Vera Prasetya selaku Pembina PMI Prov Sumsel.

"Alhamdulillah seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar, ada 16 anak yang berkhitan, ada 38 masyarakat yang mendapatkan layanan kesehatan, ada 50 anak cek golongan darahnya serta ada 23 kantong darah yang kita donorkan melalui PMI. Semoga ke depan kita bisa menghasilkan karya yang jauh lebih besar lagi," tutup Bahrul

Kegiatan Indonesian Health Contribution ini sangat menerapkan Protokol kesehatan karena terdapat beberapa prosedur yang harus dijalani dari peserta yang dikhitan yaitu dicek kembali kondisi kesehatannya, diukur suhu tubunya, mencuci tangan, menjaga jarak, serta dibagi beberapa sesi untuk menghindari kerumunan.

Begitu pula untuk calon pendonor darah harus menjalani beberapa pemeriksaaan kesehatan pula, diwajibkan menggunakan masker, dan menerapkan physical distancing selama proses donor darah berlangsung.

Kegiatan khitanan massal ini menjadi momentum penting bagi anak-anak sekolah pinggiran sriwijaya yang belum di khitan antusias mereka sangat terlihat dari awal pembukaan acara sampai jalannya khitanan massal.

Masyarakat tersendiri merasakan dampak positif dari rangkaian acara ini. Hal ini disampaikan langsung Ketua RT 29 Karya Jaya Mat Senik.

"Saya selaku ketua RT dan mewakili warga disini sangat bersyukur dan mengucapkan ribuan terimakasih kepada seluruh panitia yang terlibat, baik di acara ini maupun pada pelaksanaan Sekolah Pinggiran Sriwijaya yang sudah dilaksanakan satu tahun kebelakang".

Baca juga: Capaian Vaksinasi Pelajar di Lubuklinggau Baru 2.000 Orang, Pelaksanaan Hanya Akhir Pekan

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved