Breaking News:

Berita OKU Selatan

Sopir Bus dan Eks Honorer Puskesmas di OKU Selatan Jual Surat Antigen Palsu, Tiap Surat Rp 100 Ribu

Dua orang sopir dan seorang eks honorer UPT Puskemas Muaradua, OKUS serta satu orang lain ditangkap karena memalsukan surat swab antigen.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/ALAN NOPRIANSYAH
Petugas kepolisian Kapolres OKU Selatan didampingi Wakapolres dan Satreskrim OKU Selatan menyampaikan gelar perkara surat antigen palsu di Halaman Mapolres OKU Selatan, Senin (13/9/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA - Kebijakan pemerintah tentang seorang yang bepergian harus menyertakan surat hasil swab antigen disalahgunakan oleh dua orang sopir dan seorang eks honorer Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskemas Muaradua, Ogan Komering Ulu Selatan serta satu orang lainnya.

Keempat orang ini melakukan tindak kejahatan menyediakan jasa surat tes swab antigen palsu.

Keempat orang ini sudah ditetapkan menjadi tersangka dan diringkus kepolisian Polres OKU Selatan. Mereka adalah tersangka DA (35) warga Kecamatan Warkuk Ranau Selatan DE (38) warga Kecamatan Banding Agung yang berprofesi sebagai sopir bus armada antar kota yang dibantu MY (38) sebagai pencari korban dan RD (29) dan seorang eks honorer Puskesmas Kecamatan sebagai pembuat surat palsu.

Komplotan pelaku yang telah memiliki peran masing-masing menjual surat dengan para korban dengan tarif per surat tes antigen dengan cap tanda tangan palsukan senilai Rp 100.000.

Diakui salah seorang tersangka masing-masing dari keempat pelaku mendapat bagian Rp 25 ribu per orang.

"Mulai dilakukan sejak bulan Agustus lalu satu surat Rp 100 ribu dengan keuntungan Rp 25 ribu per surat,"ujar tersangka RD diwawancara Senin (13/9).

Pemalsuan surat tes antigen palsu terbongkar setelah salah seorang petugas medis dokter yang bertugas UPT Puskesmas Banding Agung ke Polsek Banding Agung yang kemudian penyelidikan dibantu oleh Satreskrim Polres OKU Selatan.

Kapolres OKU Selatan AKBP Indra Arya Yudha SH, SIK, MH didampingi Kasatreskrim AKP Acep Yuli Sahara SH dan jajaran memebenarkan telah mengamankan 4 orang pelaku diduga melakukan operasi pembuatan surat tes swab Antigen palsu.

Dari pengakuan pelaku telah 28 surat keterangan tes swab antigen palsu berhasil dijual. Sementara dari tangan pelaku petugas kepolisian unit reskrim Banding Agung dan Reskrim Polres OKU Selatan.

"Kita mengamankan ada beberapa orang tersangka diduga melakukan pemalsuan surat swab antigen,"ujar Kapolres dalam press release di halaman Mapolres, Senin (13/9).

Dalam kejahatan tersebut petugas kepolisian berhasil mengamankan barang bukti (BB) 12 lembar surat keterangan dokter rapid tes palsu, satu unit handphone, printer dan laptop.

"Kita juga mengamankan barang bukti (BB) 12 surat tes antigen diduga palsu, hp, laptop dan printer untuk pembuatan surat,"terangnya.

Dikatakannya, keempat pelaku yang dijerat pasal 263 ayat (1) KUHP tentang pemalsuan surat dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara.

Baca juga: Layani Transportasi Perairan Sumsel, Serang Speedboat Tak Sediakan Life Jacket, Alasan Makan Tempat

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved