Berita Kriminal Palembang
Modus Baru Begal di Palembang, Beraksi Ditempat Ramai, Seorang Wanita Lapor Polisi
Kronologis aksi begal motor terbaru di palembang, sekitar pukul 16:30 WIB, Ida yang melintas di TKP, saat itu hendak pulang ke rumah
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Seorang Ibu yang sehari-hari bekerja di sebuah laundry jadi korban pembegalan dengan modus pura-pura menabrak di kawasan Jalan Parameswara, Kelurahan Bukit Baru, pada Sabtu (11/9/2021) lalu.
Korban Ida (43) warga Jalan Mataram Kelurahan Kemas Rindo Kecamatan Kertapati, kehilangan satu unit motor Honda Genio plat BG 2040 ACU dan sejumlah dokumen penting yang berada di dalam motor.
Kronologisnya, sekitar pukul 16:30 WIB Ida yang melintas di TKP, saat itu hendak pulang ke rumah usai mengunjungi temannya di Jalan Kemang Manis.
Suasana lalu lintas di sekitar lokasi juga tidak terlalu sepi.
Kemudian tiba-tiba empat orang laki-laki yang mengendarai sepeda motor menghadang korban namun seolah-olah korban yang menabrak.
"Saya dari lampu merah mau pulang lewat Jembatan Musi II, tiba-tiba ada satu motor yang nabrak. Jadi seolah membuat posisi motor saya menabrak dia, " ujar Ida usai membuat laporan ke SPKT Polrestabes Palembang, Senin (13/9/2021).
Korban yang saat itu sendirian dimaki-maki salah satu pelaku.
Tak lama kemudian orang yang dibonceng, turun dari motor dan duduk di belakang korban sambil menodongkan pisau ke pinggang.
Karena kaget korban yang diancam pelaku menuruti kemauan pelaku agar melanjutkan perjalanan.
Dia menceritakan, pelaku mengancamnya tidak perlu berteriak agar tak mencurigakan.
"Saya diancam, kemudian disuruh jalan sama yang nodong pisau di belakang saya, " katanya.
Selama perjalanan Ida melihat dari spion motornya bahwa dua motor yang sempat menabraknya mengikuti dari belakang.
Sampailah korban di tempat yang dibawa pelaku, ia diberhentikan di kawasan Kilometer 12 sebelum perumahan Citra Grand City.
"Selama perjalanan saya bilang ke pelaku, silahkan kalau mau ambil motor tapi saya jangan dilukai. Tapi dia tidak menghiraukan justru mengancam dan tetap suruh saya jalan, " jelas Ibu tiga orang anak ini.
Motor korban yang dibawa pelaku bahkan belum sempat lunas. Harga motor korban ditaksir Rp 15 juta.